Tak Hanya Belajar Mengajar, Makan Minum pun Terjaga

Tak Hanya Belajar Mengajar, Makan Minum pun Terjaga

  Selasa, 15 March 2016 09:33
BELAJAR MENGAJAR: Para pelajar SDN 02 Sukadana sedang mengikuti kegiatan belajar dan mengajar. DANANG PRASETYO/PONTIANK POST

Berita Terkait

Seusai mengelar upacara bendera, para pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sukadana, Senin (14/3) kembali memulai kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Di sekolah ini, ternyata para siswanya diharuskan untuk tidak membeli makanan di luar sekolah pada jam istrahat. DANANG PRASETYO, Sukadana

USAI mengikuti upacara pada pagi itu, para pelajar di sekolah tersebut berbondong-bondong memasuki ruang kelas. Setelah bergulirnya kegitan belajar dan mengajar, jam istrahat pun tiba. Sejumlah pelajar pun menikamati jajanan yang tersedia di sekolah tersebut.

Tentunya, segala jenis makanan tersebut merupakan rekomendasi dari pihak sekolah. Mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dijual di sekolah, semua tentu setelah mendapat penilaian terlebih dahulu dari pihak sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keamanan bagi para pelajar untuk menjaga kesehatan siswa-siswi mereka. Pihak sekolah pun bahkan melarang para pemilik kantin menjual minuman dari kemasan sachet. Hal ini pun ternyata diperkuat dengan pihak sekolah, dengan memasang tulisan berupa imbauan di pagar sekolah. Dalam imbauannya, para pedagang makanan maupun minuman keliling tidak diperkenankan berjualan di sekolah tersebut.

Kepala SDN (Kepsek) 02 Sukadana, Sakidjan, tak memungkiri jika sekolah yang dipimpinnya ini, melarang siswa-siswinya untuk membeli makanan yang dijual di luar lingkungan sekolah. Pihak sekolah pun bahkan sudah lama mengimbau kepada para pedagang untuk tidak berjualan di sekolah ini, yang bisanya dilakukan di depan pagar sekolah.

“Sudah lama kita memberlakukan peraturan itu, untuk melarang palajar membeli makanan di luar sekolah. (Mereka) hanya boleh membeli makanan maupun minuman di kantin yang tersedia di sekolah. Untuk makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah pun berdasarkan rekomendasi kita, dari pihak sekolah,” ucap sang kepsek.

Mereka sendiri memiliki alasan memberlakukan peraturan ini. Menurut dia, selama para peserta didik mereka berada di lingkungan sekolah dan pada jam belajar, maka selama itu menjadi tanggung jawab dari pihak sekolah. Dengan tanggung jawab tersebut, selain melakukan kegiatan belajar mengajar, mereka juga harus mampu menangani hingga kepada makanan mereka yang dikonsumsi pada jam istrahat.

“Karena mengenai makanan juga merupakan tanggung jawab bagi pihak sekolah, selama berada pada jam sekolah. Bahkan, kita juga mengimbau kepada anak-anak untuk membawa bekal makanan dari rumah mereka masing. Kita juga melarang pemilik kantin untuk menjual makanan yang berkemasan,” ujarnya.  

Ia menambahkan, selain untuk melindungi kesehatan anak-anak mereka, pihak sekolah juga khawatir jika para pedagang berjualan di depan sekolah. Kekhawatiran tersebut lantaran lokasi tersebut berada persis di depan jalan raya. Terlebih, dia menambahkan, dengan meningkatnya kepadatan arus lalu lintas.

“Kita juga khawatir, selain untuk menjaga kesehatan, lokasi sekolah ini juga berada di dekat jalan besar. Arus lalu lintas pun begitu padat, begitu membahayakan keselamatan mereka. Ya, semoga saja dengan melarang mereka untuk tidak membeli makanan di luar dan hanya dibolehkan untuk membeli makanan yang telah disediakan di kantin sekolah, kesehatan mereka pun tetap terjaga,” harapnya. (*)

Berita Terkait