Tak Cuma Suling, Kini Tahajudkan Ketapang

Tak Cuma Suling, Kini Tahajudkan Ketapang

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
TAHAJUD BERJEMAAH: Kegiatan Suling dengan salat tahajud dan subuh berjemaah yang berlangsung Sekolah Dasar (SD) Babussalim, Jalan Mulia Karta, Minggu (21/08) kemarin.

KH Uti Konsen dalam tausiahnya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Pasalnya dalam waktu 14 tahun perjalanan Suling, semakin banyak jumlah jemaah mereka. “Terlebih pada hari malam ini bisa melakukan salat tahajud dan salat subuh bersama,” ungkap sosok yang karib disapa Ami Konsen tersebut.

Dia menceritakan bagaimana Suling terbentuk pada 21 Agustus 2002 silam. Ketika itu mereka hanya beranggotakan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten ketapang. Mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, serta masyarakat pada umumnya. “Alhamdullilah semakin banyak jemaah dengan penuh keridaan dan ikhlas melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Konsen, salah satu visi-misi Suling Ketapang yang ingin dicapai mereka adalah menahajudkan masyarakat Kota Ketapang dan meramadankan seluruh bulan. Apalagi dirinya meyakinkan bahwa kegaitan jemaah Suling tidak memiliki unsur politik praktis dan tidak membicarakan masalah khilafiah. “Apa yang kita lakukan benar-benar  murni ingin beribadah kepada Allah SWT. Mari kita hidupkan seluruh bulan dengan melakukan salat tahajud dan selalu membaca Alquran,” kata ulama kharismatik itu.

Konsen mengingatkan bahwa untuk menuju kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat, hendaknya mereka melakaukan tiga hal. “Pertama, kita harus mendirikan salat; kedua, berinfak/besedekah; dan ketiga, kita mempererat tali silturahmi, agar hidup kita selalu diberkahi oleh Allh SWT. Karena Allah SWT akan membalas semua kebaikan hambanya, dengan memasukkannya ke dalam surga-Nya Allah,” papar dia.

Diingatkan dia bahwa mereka masuk surga bukan karena amal, melainkan karena rahmat Allah SWT. “Sehingga kita dianjurkan untuk selalu berbuat dan melakukan kebaikan  dengan mendapat rahmat Allah SWT. Melaksanakan salat tahajud di pertiga malam dua rakaat atau bahkan sampai sebelas rakaat, lalu berdoa memohon ampun kepada Allah SWT, Isnyaallah akan dikabulkan ketika kita bisa melaksanakan tiga terserbut,” ajaknya. 

Dia juga mengungkapkan bagaimana Umar bin Khattab berkata bahwa ada tiga amalan yang susut di akhir zaman. Pertama, disebutkan dia, amalan menjamu tamu; kedua, membaca Alquran; dan yang ketiga, salat tahajud. Dia mencontohkan ketika di Bulan Ramadan, semua umat Islam melakukan semua ibadah, termasuk membaca Alquran. Akan tetapi ketika Ramadan usai, dia menyayangkan bagaimana banyak Alquran yang hanya menjadi hiasan di rumah. “Ini menandakan bahwa, kita hanya melakukan ibadah di waktu-waktu tertentu. Padahal Allah SWT memerintahkan kita, agar beribadah di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun. Karena orang yang berniat melakukan ibadah, Allah SWT pasti akan mempermudah dan melapangkan jalannya. Mudah-mudahan dengan salat tahajud bersama ini, Kota Ketapang menjadi kota yang diberkahi oleh Allah SWT. Dan selamat dari segala musibah,” harapnya. (pms)