Tak Boleh Pindah Sebelum 10 Tahun

Tak Boleh Pindah Sebelum 10 Tahun

  Kamis, 9 November 2017 10:00
GURU KONTRAK : Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero di dampingi Sekda H. Muhammad Sukri menyerahkan SK kepada guru kontrak. FOTO MUSTA'AN

Berita Terkait

Guru Kontrak Terima SK Bupati

PUTUSSIBAU -- Sebanyak 618 calon guru kontrak daerah Kapuas Hulu yang telah mengikuti tes beberapa waktu yang lalu, secara resmi menerima SK Bupati pengangkatan mereka sebagai guru kontrak daerah. SK Guru Kontrak Daerah tersebut diberikan langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Antonius L Ain Pamero, Rabu (8/11) di Indoor Voley Putussibau.

Guru kontrak ini diminta agar tidak melalaikan tugas selama mereka ditempatkan di pedalaman.  Diingatkan, minimal 10 tahun mengabdi guru kontrak daerah yang menerima SK Bupati tersebut baru bisa mengajukan pindah tempat mengajar ke dinas pendidikan. Selama menjadi guru kontrak dan ditempatkan sesuai kebutuhan daerah, mereka tidak boleh meninggalkan tempat mengajar apalagi melalaikan tugasnya sebagai guru.

“Kalian (guru kontrak) ini harus ingat, kami tak beri ampun bagi siapa saja yang melalaikan tugasnya, bisa saja kami langsung berhentikan. Mengingat masih ribuan orang yang ingin menjadi guru kontrak,”kata Antonius L Ain Pamero Wakil Bupati Kapuas Hulu, Rabu (8/11).

Anton mengatakan, bagi guru kontrak yang sudah dinyatakan lulus patut bersukur karena bisa melewati tahapan-tahapan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Selama ini Pemkab Kapuas Hulu sangat konsen memperhatikan masalah pendidikan di Bumi Uncak Kapuas. Permasalahan tenaga pendidikanini memang dikeluhkan para orang tua murid karena minimnya tenaga guru disekolah yang ada di Kapuas Hulu.

“Makanya kami berinisiatif untuk meningkatan pendidikan ini dengan merekrut guru kontrak, karena jika mengandalkan pemerintah pusat sulit, soalnya sampai tahun 2019 tidak ada moratorium penerimaan pegawai dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Lanjutnya, meskipun baru-baru ini pemerintah pusat ada program Guru Garis Depan (GGD), namun GGD ini belum bisa dirasakan oleh anak daerah.

Maka dari itu kata Wabup, pemerintah tidak bisa bicara meningkatkan mutu pendidikan, jika tenaga pendidikan saja masih kurang. “Di Kapuas Hulu saja masih banyak sekolah-sekolah dipedalaman itu kekurangan guru,”tutunya.

Sementara itu Petrus Kusnadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu mengungkapkan, guru kontrak ini memang sangat dibutuhkan oleh Pemkab Kapuas Hulu karena untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Guru kontrak ini memang kebijakan Bupati, karena Bupati melihat  tenaga guru kita sangat kurang, maka dengan keberadaan mereka ini diharapkan benar-benar menjalankan tugas,” ungkapnya.

Petruss mengatakan, dengan perekrutan guru kontrak ini, pemerintah mau tidak mau harus menganggarkan dana sebesar Rp13 miliar setiap tahunnya untuk membayar gaji mereka. Untuk menganggarkan dana sebesar ini, Bupati harus berusaha meyakinkan DPRD Kapuas Hulu.

 “Tapi pada prinsipnya, antara Bupati dan DPRD sudah satu bahasa dalam hal penerimaan tenaga kontrak ini. Mengingat tidak ada jalan lain untuk menutupi kekurangan guru ini,” ujarnya.

Maka Petrus sangat berharap kepada 618 guru kontrak ini, mereka harus menjalankan tugas sesuai kebutuhan daerah. Sebagian besar guru kontrak yang diterima ii bertugas didaerah pedalaman.

“Karena mereka ini guru kontrak, jika mereka tidak melaksanakan tugas dan tidak berkomitmen, tentunya akan kami putus kontraknya. Soalnya untuk mengontrol mereka ini tidak terlalu sulit,” tegasnya.

Sementara itu Desi salah satu guru kontrak yang sudah lulus mengungkapkan, ia sangat senang karena bisa diterima menjadi guru kontrak. Soalnya selama ini ia hanya menjadi guru honor selama lima tahun dengan gaji yang sangat rendah.

“Kemarin gajinya hanya Rp300 ribu, saya pun bersukur pemerintah sudah perhatian seperti ini,” ujarnya.

Perempuan berusia 32 tahun ini mengungkapkan, mengaku siap menjalankan tugas sebagai guru meskipun bertugas jauh dari ibukota Kabupaten.

“Karena ini sudah pilihan saya, mau tak mau saya harus siap mengajar dipedalaman. Saya nantinya akan mengajar di Batang Lupar, tapi belum tahu sekolah mana,” pungkasnya.(aan)

Berita Terkait