Tak Bisa Melarang Jika Pergi

Tak Bisa Melarang Jika Pergi

  Senin, 11 July 2016 09:30
Michael O'neill

Berita Terkait

Ketika sebuah tim mampu melawan pesimisme publik, dan menorehkan prestasi mengagumkan di turnamen mayor, baik pelatih maupun pemainnya bakal mendapat segunung apresiasi. Entah itu sambutan meriah, bonus besar, ataupun tawaran dari klub top.Seperti itulah pengalaman manajer Irlandia Utara, Michael O'Neill. Membawa Steven Davis dkk ke 16 Besar saja sudah mengagumkan.

Apalagi, selama perjalanan menembus babak knockout pertama tersebut, Irlandia Utara mampu menyihir seiiap pasang mata yang menonton fase grup. Sebabnya, mereka mampu memberikan perlawanan hebat kepada Polandia yang merupakan kuda hitam paling diperhitungkan di Eropa, serta sang juara dunia Jerman.

Keduanya hanya bisa menang masing-maisng dengan skor 1-0. Padahal, serangan yang Polandia maupun Jerman lakukan begitu gencar.Polandia misalnya. Mengandalkan Robert Lewandowski, tim besutan Adam Nawalka itu melepaskan 18 tembakan dengan empat on target, dan tujuh mampu diblok. Namun, mereka baru bisa mencetak gol melalui Arkadiusz Milik di menit 51.

Jerman apalagi. Tim berjuluk Die Mannschaft itu harus berterima kasih kepada Mario Gomez yang sukses memaksimalkan assist Thomas Mueller saat laga berjalan 29 menit. Sebab, itulah gol yang bisa mereka hasilkan dari 28 kali kesempatan sepanjang 90 menit.

Pun demikian dengan Wales yang dihadapi di fase 16 Besar. Kalau saja Gareth McAuley tidak salah mengantisipasi crossing Gareth Bale 15 menit sebelum laga usai, mungkin mereka bisa memaksakan adu penalti, dimana mereka memiliki keuntungan dalam diri kiper Michael McGovern.

Tidak heran jika kemudian O'Neill tidak sekedar panen pujian. Namun juga telepon dari beberapa klub papan atas.Yang mungkin masih hangat adalah saat manajer 47 tahun tersebut dikaitkan sebagai tacitician baru Southampton menggantikan Ronald Koeman yang hijrah ke Everton musim depan. Meski, pada akhirnya, The Saints lebih memilih Claude Puel.

Presiden IFA (Federasi Sepak Bola Irlandia Utara) Jim Shaw berkata, Southampton mungkin bukan menjadi klub terakhir yang mencoba mendapatkan tanda tangannya.”Michael sudah melakukan pekerjaan yang fantastis dan membawa kami ke level selanjutnya,” ujar Shaw kepada Belfast Telegraph. ”Kami ingin Michael bertahan. Namun, kami menghargai jika ada tawaran lebih menarik yang menghampirinya,” lanjut Shaw.

Hanya, klub-klub yang ingin memakai jasanya harus mengeluarkan buku cek. Baru saja memperpanjang kontrak berdurasi empat tahun, O'Neill bisa dilepas jika ada yang membayar GBP 750 ribu (sekitar Rp 12,72 miliar) sebagai klausul penebusanO'Neil sendiri nampaknya tidak terlalu tertarik dalam membahas mengenai masa depannya bersama Norn Iron, sebutan Irlandia Utara.

Eks manajer Brechin City dan Shamrock Rovers itu lebih tertarik mendiskusikan para pemainnya yang mulai memasuki usia senja.Selain kiper Roy Carroll yang sudah berusia 38 tahun, terdapat beberapa nama yang telah berkepala tiga. Antara lain McAuley (36 tahun), Chris Baird (34 tahun), maupun Aaron Hughes (36 tahun).

O'Neill mengaku bahwa dia sangat membutuhkan tenaga mereka, terutama menatap laga pertama kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 kontrra Republik Ceko 4 September nanti.

”Namun, aku menghormati jika saja mereka berniat untuk pensiun,” ujar O'Neill seperti dilansir Irish News. ”Tidak saja karena faktor umur. Mereka juga mempunyai keluarga yang harus diurus,” lanjutnya. (apu)

Berita Terkait