Tak Ada Titik Api

Tak Ada Titik Api

  Jumat, 29 July 2016 09:30
Ilustrasi

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), Arief Mahmud memastikan tidak ada titik api yang berada di Kapuas Hulu berada diwilayah taman nasional.

 
Bahkan, tahun ini pihaknya menggerakkan seluruh komponen untuk mencegah terjadinya Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di wilayah Kapuas Hulu bersama pemerintah daerah setmpat.

Menurut Arief Mahmud, sebagian besar titik api berada diwilayah kawasan hutan, sehingga ini perlu kerjasama semua stakholder untuk mengatasinya.

“Tidak ada titik api dikawasan taman nasional, kami sudah cek," katanya. Dijelaskannya, Kementrian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sangat konsen dengan penanggulangan Karhutla dan tahun ini pihaknya menggerakkan seluruh komponen.

"Secara khusus dari kementrian sudah menempatkan Manggala Agni di Semitau," paparnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, ada beberapa wilayah yang sudah dipetakan akan rawannya titik api. Yakni wilayah Taman Nasional Betung Kerihun  yang berada di Sudas Embaloh Kecamatan Embaloh Hulu, Sudas Sibau Kecamatan  Putussibau Utara dan di Sudas Hulu Kapuas Kecamatan Putussibau Selatan.

Untuk wilayah yang berada di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) ada beberapa desa seperti Desa Leboyan, Pulau Majang, Sepandan, Laut Tawang, Dusun Genting, Dusun Rantai Buaya dan Dusun Seputung.

"Menyikapi wilayah rawan Karhutla ini, kami sudah melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla. Kami juga telah melakukan hal yang sama di Kecamatan Suhaid," kata Arief.

Selain itu juga kata Arief, pihaknya melakukan monitoring melalui media yang ada di website kementrian LHK, kemudian patroli reguler udara.

“Sebenarnya masyarakat tidak diperbolehkan lagi membuka lahan dengan membakar,” tegasnnya. Karena ini merupakan arahan Presiden dan selurah jajaran pemerintah yang menegaskan kegiatan membakar lahan tidak diizinkan oleh undang-undang.

Untuk itu, sambung Arief lagi, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat tentang larangan membakar lahan. Agar masyarakat lebih paham, karena sistem ladang berpindah dengan cara membakar lahan sudah tak ramah lingkungan, karena akan merugikan banyak pihak.

“Pola pertanian sudah berubah, kini sudah menerapkan sistem menetap yakni pencetakan sawah," ungkapnya.(aan)

Berita Terkait