Tak Ada Kata Terlambat untuk Bisa Membaca

Tak Ada Kata Terlambat untuk Bisa Membaca

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
TERUS BELAJAR: Kegiatan belajar mengajar yang telah ditunjuk oleh desa masing-masing, untuk mengajar sejumlah warga yang mangalami tuna aksara atau buta huruf di Dusun Payak Itam, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana.

Berita Terkait

DADANG, salah seorang  tutor KF yang saat ditemui terlihat sibuk memberi materi pelajaran kepada warganya di Dusun Payak Itam, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, yang mengalami buta huruf. Ia mengatakan tingkat animo peserta didik di sana cukup  tinggi untuk dapat membaca dan menulis.

Dengan menggunakan papan tulis seadanya  dan kapur yang dibeli secara pribadi, terlihat tidak ada rasa malu bagi mereka saat mengeja dan menulis  huruf.  Walaupun saat ini masih ada yang salah dalam mengeja hingga menulisnya, tak menyurutkan keinginan mereka untuk bisa membaca.

“Kesulitan ketika mengajarkan mereka apa yang diajarkan hari ini, saat pertemuan selanjutnya sudah lupa lagi. Dan kalau ditanyakkan kembali apa yang diajarkan kemarin ikut lupa,” terang Dadang.

Dalam keterangan tersebut Dadang menyampaikan bahwa peserta KF bimbingannya berjumlah kurang lebih 15 orang. Padahal, diungkapkan dia, dalam ketentuannya batas maksimal satu tutor 10 orang saja. “Kemarin saya sudah ke Dinas Pendidikan untuk mengajukan satu mentor lagi. Berhubung pengurus yang membidangi  KF belum ada di tempat, untuk sementara waktu saya masih mengajar 15 orang walaupun sepertinya kurang efektif,” akunya.

Dengan metode homeschooling, Dadang pun membagi dua kelas kepada peserta didiknya. Yaitu kelas I bagi yang belum bisa membaca, dan kelas II untuk yang sudah bisa membaca, namun belum bisa untnuk menulis.

“Sengaja saya bagi dua  tingkatan, walaupun masih  dalam satu ruangan juga, agar yang sudah  bisa membaca bisa lebih fokus untuk bisa menulis. Dan juga agar yang belum bisa membaca bisa termotivasi untuk segera bisa membaca. Tentunya melalui belajar yang lebih giat lagi,” tutupnya. (*)

 

Berita Terkait