Tak Ada Jual Beli Paspor

Tak Ada Jual Beli Paspor

  Senin, 14 December 2015 10:28
Gambar dari Internet

Berita Terkait

SINGKAWANG- Kantor Imigrasi Kota Singkawang menegaskan tak ada istilah memperjualbelikan atau perpindahan kepemilikan paspor. "Bukan saja di kantor imigrasi Singkawang, tapi seluruh kantor imigrasi. Tak diperbolehkan kalau paspor yang sudah dikeluarkan, tapi digunakan oleh orang lain atau bahkan diperjualbelikan," kata Kasiwasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Jose Rizal, Minggu (13/12) kepada wartawan.

Terlebih, sebutnya, saat pembuatan paspor. Ada tahapan pemotretan yang langsung dilakukan bersangkutan di kantor Imigrasi. Kemudian dilengkapi persyaratan, yang diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran atau ijazah, surat nikah serta lainnya. Sehingga siap pemilik paspor sesuai dengan siapa yang mengajukannya. "Pengusul paspor ini langsung datang ke Kantor Imigrasi untuk pemotretan. Dan syarat-syarat pengajuan paspor harus dilengkapi," katanya.

Dirinya juga menegaskan, calon pemilik paspor. Harus memiliki KTP. "Harus ada KTP karena itu adalah salah satu syarat," kata Jose. Hal ini menjawab adanya calon TKI yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Pintu perbatasan Entikong, yang berhasil diamankan oleh jajaran Polres Sanggau, Jumat (4/12) lalu.

Informasi yang didapatkan. Dari delapan calon TKI asal  Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, yang dibawa oleh dua orang calo. Tiga diantaranya memiliki paspor hanya saja, ketika dicek, ketiganya tak punya KTP. Bahkan, mereka pun buta baca dan tulis. Diakui para calo, paspor yang didapatkan untuk calon TKI dikeluarkan imigrasi NTB dan Imigrasi Singkawang.

Mengenai kasus yang di Entikong, Jose menyebutkan pihaknya akan segera melakukan penelusuran. "Jadi perlu ditelusuri, kalau dijual belikan (paspor) tidak bisa. Kemudian kita telusuri persyaratannya. Karena kalau tidak ada KTP maka tidak bisa membuat paspor," katanya.Berita sebelumnya. Delapan orang calon Tenaga Kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat ditangkap Kepolisian Resor Sanggau, Jumat (4/12) lalu. Sementara dua orang lainnya yang bertindak sebagai koordinator ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim, AKP Yudhi YS melalui KBO, Ipda Rahmad Kartono. Dikatakannya, delapan orang tersebut dibawa oleh dua orang koordinator yang juga berasal dari daerah yang sama. Kedua orang tersebut adalah Sulaiman alias Sule dari NTT dan Supardi dari NTB. Para Calo atau koordinator ini, diperkirakan bukan pertama kali membawa para TKI ke Malaysia. Hal ini dapat terlihat dari paspor Sule yang isiannya sudah hampir penuh. Sementara itu, penerbit paspor mereka adalah Imigrasi NTB dan Imigrasi Singkawang. “Paspor Supardi dikeluarkan imigrasi NTB. Punya Sule, Imigrasi Singkawang,” katanya.

Para calon TKI, lanjut Rahmad, berangkat dari daerahnya masing-masing menuju Pontianak. Sampai di Pontianak, bertemu dan berkumpul untuk keberangkatan ke Malaysia. Dari situ, kemudian polisi terus membuntuti sampai di Entikong.“Saat melakukan pengecekan paspor di Entikong itu, tim langsung bergerak cepat melakukan penangkapan. Jadi kami tangkap saat sedang cap paspor,” katanya.(fah/sgg)
 

 

Berita Terkait