Tak Ada Drainase, Sekolah Terendam Air

Tak Ada Drainase, Sekolah Terendam Air

  Rabu, 6 January 2016 09:26
TERENDAM: Lingkungan sekolah tampak terendam air dan kumuh dengan sampah.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Tak adanya drainase membuat lingkungan sekolah di SDN 2 dan SDN 8 Mempawah Hilir terendam air. Warga pun mengaku prihatin dengan kondisi itu dan berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pembangunan drainase untuk kedua sekolah yang berada di satu kawasan itu.

“Ketika curah hujan tinggi, maka air akan tergenang dan merendam lingkungan sekolah hingga berhari-hari lamanya. Jika saja ada drainase di lingkungan setempat, maka kedua sekolah tidak akan terendam air,” pendapat warga yang bertempat tinggal dilingkungan SDN 2 dan SDN 8 Mempawah Hilir, Linsyah, Selasa (5/1) sore.

Lingkungan sekolah yang terendam air, menurut Liansyah sangat tidak ideal bagi kelancaran aktivitas belajar mengajar. Terlebih dapat menghambat para siswa untuk masuk ke kelas. Tak heran jika siswa harus melepas alas kakinya agar bisa melewati rendaman air.
“Sudah bertahun-tahun belum ada upaya dari pemerintah daerah untuk membangun drainase di kawasan ini. Makanya kami sangat berharap pada tahun anggaran 2016 ini, melalui dinas terkait dapat menyalurkan pembangunan tersebut,” harapnya.

Tidak hanya menghambat aktivitas siswa, masih menurut dia, lingkungan sekolah yang terendam air juga mengancam kesehatan siswa itu sendiri. Terutama ancaman perkembanganbiakan nyamuk malaria dan sejenisnya yang dapat menjadi sumber penyakit. “Kedua sekolah ini lokasinya cukup strategis ditengah pusat Kota Mempawah. Bahkan, lokasinya tepat dibelakang rumah dinas Kapolres, Rumah Dinas Bupati dan lapangan sepakbola galaherang. Kiranya sangat penting mendapatkan perhatian dari pemerintah  daerah agar dilakukan penataan,’ ujarnya.

Selama ini, dirinya sebagai masyarakat yang bermukim dilingkungan sekolah mengaku kesulitan menyampaikan aspirasi pembangunan drainase tersebut. Sebab, masyarakat mengaku  bingung dan tidak memahami prosedur untuk menyampaikan aspirasi pembangunan itu. “Hingga akhirnya kami menyampaikan permasalahan ini kepada rekan media dengan harapan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mudah-mudahan melalui pemberitaan di media cetak, pembangunan drainase dapat direalisasikan,” pungkasnya.(wah)

 

Berita Terkait