Tahun Monyet, Uang Masih Ketat

Tahun Monyet, Uang Masih Ketat

  Senin, 8 February 2016 10:23

Berita Terkait

Tahun lalu, tahun kambing kayu, banyak peramal memprediksi akan terjadi gonjang-ganjing politik, penurunan perekonomian, bencana alam hingga kecelakaan massal. Walaupun terlalu general, sebagian ramalan tersebut terbukti menjadi kenyataan. Sinshe Aleng, peramal asal Pontianak kepada Pontianak Post, kembali mengungkapkan ramalannya di tahun monyet api ini? Apa yang akan terjadi di dunia bisnis?

Aristono, Pontianak

ALENG mengatakan, banyak problem besar pada tahun lalu yang tidak akan banyak berubah di tahun ini. Pada perpolitikan nasional, dia mengatakan gonjang-ganjing dan konflik penuh intrik akan masih mewarnai tahun 2016. “Ini kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya masih akan terasa tahun ini. Tetapi tidak akan terlalu heboh seperti tahun-tahun lalu,” ujarnya tanpa spesifik menyebutkan kejadian besar apa yang akan terjadi. Kemelut politik sendiri selalu menjadi berita hangat belakangan ini.

Sementara itu pada bidang ekonomi, komoditas-komoditas andalan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat belum akan membaik harganya. Anjloknya harga komoditas utama Kalbar tahun lalu membuat pertumbuhan ekonomi provinsi ini melambat. “Harga komoditas kita belum akan berubah. Ekonomi masih tidak stabil dan uang masih akan ketat. Tetapi ada harapan untuk membauk,” tuturnya.

Menurutnya ekonomi baru kan menaik pada tahun depan, yaitu tahun ayam. “Saya melihatnya seperti itu. Tahun ini masih ketat, tetapi akan mulai membaik. Tetapi yang agak berubah itu baru pada tahun ayam. Jadi tahun ini pun masih belum terlalu baik untuk ekonomi secara umum,” ucapnya.

Untuk dunia bisnis, dia menilai peruntungan akan berpihak bagi mereka yang sudah punya usaha lama. Sementara pemain baru, kata dia, akan kesulitan. Prediksinya tidak mengarah ke sektor tertentu. “Ini karena usaha lama sudah punya pondasi kuat. Yang baru bukannya tidak beruntung, tetapi memang harus usaha lebih keras lagi,” imbunya.

Selain soal bisnis, Aleng meramal bila akan ada tragedi besar di laut. “Terawangan saya akan ada kapal yang tenggelam,” katanya. Tetapi dia tidak menyebutkan secara rinci kapan dan di mana kecelakaan tersebut akan terjadi. Namun, lanjutnya, kecelakaan pada transportasi darat akan sering terjadi.

Sementara untuk bencana alam, banjir akan mendominasi tahun 2016, termasuk di Kalimantan Barat. Selain itu, di Pontianak dan beberapa kota lain kebakaran akan marak terjadi. “Ini tahun monyet api. Api adalah materi yang membakar. Makanya masyarakat harus penuh kewaspadaan pada tahun ini,” ucapnya.

Dalam meramal, Aleng sendiri meramal setidanya melalui dua metode. Metode pertama adalah dengan kerasukan. Harinya tidak boleh sembarangan. Ini dia lakukan setiap bulan purnama pada bulan ke-8 Imlek, bertepatan dengan festival musim gugur. Saat itu dia akan mengalami trance, dimana dia mendapat penerawangan tentang peristiwa penting di masa depan.

Dia mengklaim, saat trance dia Dewi Kwan Im lah yang masuk ke dalam tubuhnya. Selain itu, Aleng juga menggunakan buku-buku ramalan China kuno yang memprediksi sesuatu berdasarkan perhitungan shio dan tanda-tanda alam.Aleng mengatakan sebaiknya masyarakat untuk menyerahkan nasibnya kepada Tuhan yang maha esa. “Semua Tuhan yang mengatur. Kita hanya bisa memprediksi saja. Intinya banyak-banyak lah berdoa kepada Tuhan. Kalau semua untuk Tuhan, kita akan menjadi lebih lega dan damai, terlepas baik atau buruk kejadian yang kita alami,” tandasnya. (**)

Berita Terkait