Tahun Ini tanpa Kabut Asap

Tahun Ini tanpa Kabut Asap

  Senin, 2 May 2016 11:24
KABUT ASAP: Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh daerah di Kalbar pada 2015 lalu diharapkan tidak akan terulang pada tahun ini. KALBAR.PROKAL.CO

Berita Terkait

Kapolres Minta Satgas Proaktif

PUTUSSIBAU – Kendati wilayah Kabupaten Kapuas Hulu ini jarang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara luas, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu bersama pemerintah daerah tetap melakukan antisipasi. Semua pihak tentu saja berharap agar jangan sampai terjadi karhutla di daerah ini. Aparatur di tingkat kecamatan, desa, dan dusun sampai diminta terlibat aktif untuk mengantisipasi bencana yang setiap tahun terjadi, terutama di saat musim kemarau melanda.

Terlebih menjelang pertengahan tahun, biasanya akan berlangsung musim kemarau, sehingga lahan dan hutan banyak kering dan mudah tersulut api. Masyarakat pun diminta waspada untuk menghadapi musim kemarau yang berpotensi terjadi karhutla. “Saya minta seluruh jajaran dan tingkatkan, hingga ke desa daerah ini mewaspadai terjadinya karhutla,” tegas kepala Polres (Kapolres) Kapuas Hulu, AKBP Sudarmin.

Selain mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai terjadinya karhutla, dia juga meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di tingkat kabupaten yang sudah terbentuk, bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat, untuk tak membuka lahan dengan cara membakar. Karena, diakui dia, cara ini sangat rawan menyebabkan terjadi karhutla, terlebih pada lahan-lahan gambut yang banyak terdapat di daerah ini. 

“Harus proaktif terjun ke masyarakat untuk memberi imbauan-imbauan, penyuluhan, sosialisasi, sehingga di tahun 2016 ini tidak ada lagi bencana kabut asap dan saya berharap di Kapuas Hulu tidak ada titik api (hotspot),” tegas Sudarmin. Dijelaskan dia jika Satgas Karhutla di tingkat Kabupaten terdiri dari beberapa unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, Komandio Distrik Militer, Polres, Manggala Agni, dan beberapa unsur terkait lainnya.

Dia berharap agar semua pihak tetap selalu waspada, karena yang terkena dampak jika terjadi kebakaran ini bukan hanya Kapuas Hulu, tetapi juga daerah lain. Dia menegaskan, siapa pun yang melakukan, jika ada unsur kesengajaan, akan diproses sesuai ketentuan berlaku, seperti tertera dalam Maklumat tentang Karhutla yang sudah tersebar melalui banner dan baliho di beberapa titik di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. 

Dia mengingatkan, pada tahun lalu ada dua kasus pembakaran hutan diproses. Dampak dari karhutla, menurut dia, sangat luas, seperti mempengaruhi aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Sebab, dia menambahkan, jika sudah terjadi kebakaran, akan menyebar dan menimbulkan dampak sosial dan merusak lingkungan, serta kesehatan karena kabut asap. “Seperti tahun lalu banyak penyakit yang ditimbulkan,” kata dia.

Kapolres mengakui jika jajarannya sudah memiliki peta daerah rawan karhutla di daerah Kapuas Hulu ini. Sehingga, mulai tingkat desa yang sudah terbentuk satuan komando penanggulangan karhutla, diingatkan dia, harus selalu siaga. Karenanya, dia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat menyampaikan jika ada titik apinya. “Kalau dapat informasi, langsung kami cek, ada potensi kebakaran atau tidak?” tegasnya.(aan)

Berita Terkait