Tahun Ini KKU Datangkan Transmigran, Dipastikan Bukan Warga eks Gafatar

Tahun Ini KKU Datangkan Transmigran, Dipastikan Bukan Warga eks Gafatar

  Senin, 8 February 2016 09:12
TRANSMIGRAN: Ratusan warga Eks Gafatar saat dipulangkan ke daerah asal mereka. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berencana mendatangkan warga baru melalui program transmigrasi dan dipastikan bukan warga eks Gafatar. DANANG PARSETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara berencana mendatangkan warga baru pada tahun ini, melalui program transmigrasi. Pemkab pun memastikan jika mereka yang akan didatangkan ini bukan kelompok dari masyarakat tergabung dalam eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dipulangkan beberapa waktu lalu ke daerah asal masing-masing.

“Kita telah pastikan, yang datang ke daerah kita melalui program transmigrasi ini bukan eks Gafatar yang sudah dipulangkan pemerintah pada beberapa waktu lalu,” ungkap kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara, Untung Hidayat, ketika ditemui saat menghadiri acara Pasar Murah di halaman kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kabupaten Kayong Utara di Sukadana, Kamis (4/2) lalu.

Warga yang datang melalui program transmigrasi tersebut, menurut dia, adalah sejumlah warga dari beberapa daerah di luar Kalbar, seperti Pulau Jawa. Bahkan dia juga memastikan jika mereka yang didatangkan bukan orang sembarangan. Menurutnya, mereka yang didatangkan tersebut sesuai dengan permintaan warga desa setempat, yang akan dimasuki program tersebut. “Jelas warga yang kita datangkan sesuai dengan pemerintah dan harapan dari desa setempat. Umumnya mereka ahli dalam pertanian juga kerajinan,” tukasnya.

Untuk desa yang ditempatkan program transmigrasi pada tahun ini, disebutkan dia, adalah Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, dengan jumlah warga transmigrasi yang disediakan sebanyak 150 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut, dipaparkan dia terdiri dari 75 KK warga pendatang dan 75 KK khusus untuk penduduk setempat. Untuk lokasi transmigrasi, sambung Untung, akan dibangun perumahan, jalan, dan berbagai sarana pendukung lainnya. “Untuk pembangunan fisiknya tetap melalui tender (lelang), dan pelaksanaannya mungkin pada pertengahan tahun,” ujarnya.

Untung menjelaskan bahwa mereka telah melakukan upaya agar eks Gafatar tidak kembali masuk ke Kayong Utara, setelah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Mereka pun melampirkan nama-nama eks Gafatar yang sudah didata dan akan disampaikan ke pemerintah bersangkutan. Ia mencontohkan, jika yang didatangkan adalah warga dari Surabaya, maka pihaknya akan melayangkan surat ke Pemerintah Kota Surabaya, dengan melampirkan nama-nama eks Gafatar yang pernah bermukim di Kayong Utara, sehingga tidak diikutsertakan dalam program transmigrasi tersebut.

“Eks Gafatar ini kan lagi hangat di daerah kita. Makanya, kita tidak mau mereka menyusup dalam program transmigrasi ini. Untuk itu, kita akan teliti sebelum mereka datang ke daerah ini,” ucapnya.

Terpisah, sesepuh masyarakat Kayong Utara, H Jemawi, dengan tegas menolak eks Gafatar tinggal di Kayong Utara. Sekalipun, menurut dia, mereka nanti akan masuk ke daerah ini melalui program transmigrasi. “Kita tidak ingin daerah yang kondusif ini menjadi tidak aman. Apalagi, yang kita dengar mereka (eks Gafatar, Red) memiliki tujuan membentuk negara sendiri, ini mustahil!” tegasnya.

Masuknya kembali eks Gafatar ke Kayong Utara sebetulnya bukan tidak mungkin terjadi. Seperti yang pernah dikemukakan staf Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Muhammad Arizona, di mana dirinya mendengar bahwa eks Gafatar yang bermukim di Dusun Melinsum kembali akan datang. “Mereka memang setuju dikembalikan, namun kabarnya mereka juga siap untuk datang kembali, setelah mata rantai eks Gafatar ini putus,” katanya

Kabar akan kembalinya eks Gafatar ini pun semakin kuat, lantaran warga eks Gafatar ini ketika hendak dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Mereka bahkan sampai menolak untuk mengembalikan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) yang mereka kantongi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kayong Utara. Pasalnya, sebagian besar mereka sudah mengantongi KK serta KTP kabupaten ini. (dan)

 

Berita Terkait