Tahun Depan Berebut Le Tour dan La Vuelta Lagi

Tahun Depan Berebut Le Tour dan La Vuelta Lagi

  Selasa, 13 September 2016 09:40

Nairo Quintana resmi merebut Vuelta a Espana 2016 di Madrid, Minggu malam lalu (11/9, Senin dini hari kemarin WIB). Christopher Froome, juara Tour de France Juli lalu, finis di urutan kedua. Walau bersaing sengit, dan diprediksi bakal terus bersaing sengit, keduanya tampak jelas saling menghargai, saling menghormati.

CYCLING resmi memasuki era persaingan baru. Yaitu era Christopher Froome, juara Tour de France tiga kali, melawan Nairo Quintana, juara Giro d’Italia dan kini Vuelta a Espana.

Keduanya bersaing begitu sengit dalam tiga pekan terakhir di Spanyol. Secara individual, Froome mungkin lebih kuat. Pembalap Team Sky itu memenangi dua etape. Tapi secara taktik dan tim, kali ini giliran Quintana dan Movistar yang unggul.

Di klasemen akhir general classification (GC) La Vuelta 2016, Quintana hanya unggul 1 menit dan 23 detik atas Froome.

Pertarungan Froome vs Quintana ini sebenarnya paling dinantikan di Tour de France Juli lalu. Pada 2013 dan 2015, dua kali Quintana finis runner-up di belakang Froome di ajang paling bergengsi tersebut. Tahun ini, Quintana hanya mampu finis ketiga.

Untungnya, penggemar cycling dunia tetap bisa menyaksikan persaingan sengit itu di Vuelta a Espana. Dan ini menegaskan era persaingan tersebut. Bahwa dalam beberapa tahun ke depan, di arena grand tour (balapan tiga pekan), akan selalu terjadi pertarungan Froome versus Quintana.

Yang patut dikagumi, kedua pembalap ini benar-benar saling menghormati. Tidak sekalipun keduanya pernah saling menjelekkan.

Saat Quintana mengunci gelar La Vuelta di puncak Alto de Aitana, Sabtu lalu (10/9), Froome menepukkan kedua tangannya di garis finis. Saat itu, Froome gagal merontokkan pembalap Kolombia tersebut. Bahkan, Quintana menyalipnya di garis finis.

Dan setelah etape di Alto de Aitana itu, Quintana ternyata justru minta maaf kepada Froome karena menyalipnya di garis finish. Quintana mengaku akselerasinya adalah reaksi spontan, tidak bermaksud mempermalukan Froome.

 

Benar-benar dua champion yang berkelas!

 

Setelah seremoni podium di Madrid Minggu malam lalu, Quintana kembali menyebut rasa hormatnya terhadap Froome. Menurut Quintana, kemenangan La Vuelta ini lebih berkesan daripada sukses grand tour perdananya di Giro d’Italia, 2014 lalu.

“Saya telah meraih banyak hal dalam karir saya, tapi ini adalah kemenangan yang paling penting karena tingkat persaingannya”, kata pembalap 26 tahun tersebut.

Quintana menegaskan, dirinya dan Froome benar-benar saling menghormati. “Froome adalah rival yang luar biasa, dan kami tak pernah punya masalah. Kami tak ingin media menciptakan polemik”, tandasnya.

Di sisi lain, Froome tidak banyak mengoceh, tidak banyak beralasan menanggapi hasil La Vuelta ini. Dia tidak ingin komentarnya mengganggu kesuksesan Quintana. “Situasinya jelas, saya finis kedua”, ucapnya singkat.

Froome lebih memilih untuk bicara soal rencana ke depan. Pertama, dia akan istirahat total setelah musim yang panjang, di mana dia memenangi Tour de France, meraih medali perunggu di Olimpiade Rio, dan sekarang finis kedua di Vuelta a Espana.

Setelah itu bersiap lagi menghadapi 2017. Dan tahun depan, dia bertekad menjuarai Tour de France dan Vuelta a Espana sekaligus!

“Saya harus mencobanya lagi. Mungkin itulah target saya tahun depan”, kata pembalap 31 tahun tersebut.

Quintana, tahun depan, tanda-tandanya juga akan menarget dua lomba yang sama. Setelah jadi juara di Giro d’Italia dan La Vuelta, memang hanya gelar Tour de France yang masih belum dia raih.

“Tour (de France) adalah lomba impian saya. Saya sangat ingin memenanginya”, ujarnya.

Setelah itu tampil lagi di La Vuelta? “Kemungkinan besar iya”, pungkasnya.

Froome vs Quintana di Tour de France dan Vuelta a Espana 2017? Tanda-tandanya tahun depan bakal jadi tahun yang epic! Bagi banyak penggemar berat cycling, mungkin rasanya ingin segera selesai saja tahun 2016 ini! (*)