Tahun Baru Hijriah Diisi Salawat Bersama

Tahun Baru Hijriah Diisi Salawat Bersama

  Senin, 3 Oktober 2016 11:27
SALAWAT: Menyambut datangnya tahun baru hijriah ribuan warga Kubu Raya tampak antusias mengikuti salawat bersama di Halaman Kantor Camat Sungai Ambawang

Berita Terkait

KUBU RAYA— Peringatan menyambut datangnya tahun baru 1438 Hijriah di Kubu Raya berjalan semarak. Tidak hanya di Masjid Bir Ali yang berada di komplek Kantor Bupati Kubu Raya, kegiatan salawat bersama ribuan masyarakat juga dilakukan di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang Sabtu malam (1/10).

 
Kepala Desa Ambawang Kuala, Suaidi mengatakan, peringatan menyambut tahun baru hijrian di Desa Ambawang Kuala itu merupakan inisiatif dari pemerintah desa dengan masyarakat serta kerjasama dengan pemerintah kecamatan dan Kabupaten Kubu Raya.

“Saya lihat antusias masyarakat juga cukup baik dan cukup banyak dampak positif yang didapat, kedepan kegiatan ini akan kami jadikan salah satu agenda tahunan di desa ini,” kata,” kata Suaidi.

Tak mau ketinggalan Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menyempatkan diri menghadiri dua tempat peringatan menyambut datangnya tahun baru hijriah itu.

“Mari kaita jadikan momen pergantian tahun baru sebagai salah satu sarana untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga kedepan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Rusman Ali.

Selain bersalawat bersama, pemerintah daerah setempat juga memberikan santunan terhadap anak-anak yatim di Sungai Ambawang dan sekitarnya.

Secara terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya, Zamroni Hasan  mengatakan   momentum peringatan tahun baru Islam merupakan perjuangan monumental yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.

Zamroni menceritakan, kala itu Rasul dan para sahabat rela meninggalkan segala harta, termasuk rumah dan perabotnya, menuju Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Mereka rela meninggalkan tanah air menuju tanah yang tidak jelas peluang bisnis maupun ladang pekerjaan di sana. Bahkan lebih dari itu, dengan hijrah tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan nyawa mereka. Termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar, yang dikejar dan diburu hidup atau mati.

“Tanpa hijrah, mungkin tidak ada peradaban Islam yang dimulai Rasulullah dari Madinah. Tanpa hijrah, mungkin tidak akan ada kemenangan demi kemenangan yang diraih Rasulullah dan para sahabatnya hingga mampu merebut kota suci Mekah pada tahun ke 9  dan menyebarkan Islam ke seluruh jazirah Arab. Hingga8 sekarang Islam dipeluk oleh lebih dari 1,6 miliar penduduk bumi,” kata Zamroni.

Menurut Zamroni, ummat Islam patut bersyukur karena banyak memiliki momentum untuk terus menjadi sebaik baik ummat, termasuk momentum peringatan tahun baru islam yang terinspirasi dari peristiwa Hijrah Nabi. “Hijrah dalam arti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan ummat itu terus berlangsung, dan yang lebih subtantif dari itu adalah pindah dari dosa menuju pahala, hijrah dari yang munkar menuju kepada yang ma'ruf, hHijrah dari keterpurukan manuju kebangkitan,” paparnya.

 

Prespektif hijrah dalam makna inilah kata dia, seharusnya ya menjadi sepirit bagi para pemimpin bangsa termasuk jajaran pemerintah di Kabupaten Kubu Raya untuk terus bergerak bertransformatif menuju kondisi yang lebih baik kedepan. “Karena orang-orang yang beruntung itu adalah mereka  yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. (ash)

 

Berita Terkait