Tahun Baru di Luar Negeri; Panorama Fireworks di Negeri Kangguru

Tahun Baru di Luar Negeri; Panorama Fireworks di Negeri Kangguru

  Minggu, 31 December 2017 08:28

Berita Terkait

Tahun baru adalah perayaan terbesar yang sangat dinanti-nanti di seluruh dunia. Dan, setiap negara memiliki nuansa berbeda. Termasuk suasana pergantian tahun di Indonesia, berbeda dengan negara lainnya. Lantas, bagaimanakah perayaan pergantian tahun di luar negeri?

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Sydney, Australia dikenal sebagai negara dengan perayaan malam tahun baru yang spektakuler. Bahkan, dikatakan sebagai pesta yang tampak sempurna. Tengah malam datang lebih awal di Sydney daripada sebagian besar kota internasional utama lainnya.

Keindahan perayaan malam tahun baru di Sydney ini pun dirasakan Jane Larasati Rinda.  Perempuan cantik berhijab ini merayakan pergantian tahun di sana ketika sedang menjalani kuliah diploma dan strata.

Menurut Jane, perayaan tahun baru di Sydney jauh berbeda dibandingkan dengan kampung halamannya Pontianak. Ia merayakan pergantian tahun bersama sahabat dan teman kampus atau flatmate. Jane benar-benar merasakan euforia keindahan Sydney, Australia.

Perayaan tahun baru di Sidney terbilang sangat ramai, khususnya di daerah Darling Harbour. Di sana ia menghabiskan waktu untuk nongkrong, baik di harbour, opera house, dan circular quay atau botani garden.

“Secara keseluruhan view yang ditawarkan tidak jauh dari opera house dan harbour bridge, karena ada fireworks dan opera house light show,” ujarnya.

Tak ketinggalan pula panorama yang disuguhkan Sydneysider. Biasanya area-area di kawasan ini sudah dipenuhi warga maupun turis karena view terbaiknya. Alumnus Bachelor of Business ini menuturkan, di Sydneysider seseorang bisa menghabiskan waktu untuk piknik. Begitu pula saat tahun baru.

Namun, suasana yang crowded dan limited space, membuat masyarakat harus membawa bekal sendiri. Kebanyakan bekal yang dibawa seputar alat piknik, makanan dan minuman, serta board games atau games yang simple. Puas piknik dan bermain, seluruhnya mulai turut melakukan countdown (hitungan mundur), dan fireworks yang super duper pretty dan megah mulai dinyalakan.

“Suasana tahun baru benar-benar membuat orang literally impressed. Walaupun setelah countdown, ada beberapa yang memutuskan melanjutkan party atau pulang,” tuturnya.

Wanita kelahiran Pontianak pada 4 September 1991 ini menyatakan perbedaan perayaan tahun baru antara Pontianak dan Sydnet terasa sangat signifikan. Perayaan tahun baru di Pontianak lebih pada konvoi di jalanan sambil klakson dan meniup terompet. Adapula yang melakukan adu kembang api.

“Tapi, semua kembali lagi pada yang merayakan tahun baru,” katanya.

Pegawai swasta PT Pengembang Pelabuhan Indonesia mengatakan masing-masing negara memiliki warna tersendiri dalam merayakan tahun baru. Pontianak dengan khasnya yang terasa lebih tradisional. Sedangkan Sydney lebih kental dengan budaya Western.

Jane menyarankan untuk mempersiapkan banyak hal bagi yang menginginkan perayaan tahun baru di luar negeri. Mulai dari research situsasi dan kondisi lokasi tujuan. Jangan sampai, karena tak melakukan persiapan bisa mengakibatkan seperti kehabisan spot untuk duduk, salah kostum, serta tidak membawa peralatan untuk menghabiskan waktu.

 

“Atau, lupa dalam menentukan rute pulang ke penginapan, karena lupa mencatat jadwal keberangkatan bus atau train. Walaupun missed bisa naik taxi, tetap aja  tarifnya bikin dompet jebol,” tambahnya.

Jangan juga pergi merayakan tahun baru ke tempat dengan musim dingin. “Kebayang harus nunggu outdoor malam yang suhunya kalau siang aja minus, apalagi malam. Apalagi warga Pontianak hidup di daerah tropis. Pasti lebih berat menghadapi dingin,” ungkap Jane.

Terkecuali kalau mau merayakan secara indoor, suhu dingin bukanlah suatu masalah besar. Paling hanya perlu melakukan reservasi tempat tersebut jauh-jauh hari.

“Tapi, inti dari seluruhnya wajib persiapan yang matang. Karena kalau persiapannya minim, hasilnya juga mungkin nanti kurang memuaskan. Belum lagi perayaan tahun baru hanya setahun sekali. Dan belum tentu tahun depan bisa kembali merayakan tahun baru di negara tersebut,” kata Jane.**

 

Berita Terkait