Tahun Baru China

Tahun Baru China

Minggu, 7 February 2016 08:31   2,908

TAHUN baru China (The Chinese New Year) juga menjadi salah satu kekhasan Kalimantan Barat. Perayaan menyambut kedatangan Tahun Baru China menjadi agenda rutin di Kalimantan Barat, terutama di Kota Singkawang dan Pontianak. AntaraKalbar.com, 5 Februari 2016, mengutip pernyataan Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Arianto,  bahwa Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 1.750 personil polisi pada pengamanan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (hari ke-15 Imlek) tahun ini.

Helmer Aslaksen, profesor matematika dari Universitas Nasional Singapura, 2010,  menyebutkan bahwa Tahun Baru China menjadi hari libur utama tidak hanya di Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Makau dan Singapura, tetapi juga menjadi hari libur nasional di Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Brunei, Laos, Vietnam, P. Christmas dan Mauritius.

Tahun baru China menjadi peristiwa besar secara internasional. Ashih Monga, pendiri dari ‘IMEX Sourcing Services’, sebuah perusahaan yang membantu para importir produk dari Tiongkok, http://www.thesourcingblog.com, memberi ilustrasi berikut ini, “As per numbers from China’s National Development & Reform Commission, approximately 3.62 billion trips were made during the 40-day period surrounding the Spring Festival in 2014 making this the largest human migration in the world”.

Namun demikian, tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara menetapkan kapan Tahun baru China itu terjadi. Karena cukup rumit. Kenapa? Karena banyak jenis penanggalannya. Walaupun dalam Wikipedia dituliskan ‘Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari’ ternyata masyarakat China tidak mempunyai perhitungan tahun yang berkesinambungan. Dari tahun ke tahun, setiap kekaisaran menyusun kalendernya sendiri yang dimulai dengan tahun satu (Helmer Aslaksen, 2010).

Secara umum di Indonesia, masyarakat mengenal dua macam penanggalan, yaitu: Penanggalan Masehi dan Penaggalan Hijriah. Contoh Penanggalan Masehi adalah Penanggalan Gregorian yang unit dasarnya adalah ‘hari’-satu putaran siang dan malam. Penanggalan Hijriah juga dikenal sebagai penanggalan Islam yang unit dasarnya ‘bulan lunar’ – terdiri atas 29 dan 30 hari.

Penanggalan Masehi didasarkan pada jumlah hari yang digunakan Bumi untuk satu kali mengelilingi Matahari yaitu: dari ‘Equinox Maret’ ke ‘Equinox Maret’ berikutnya. Lama waktunya disebut satu tahun yang terdiri atas 365,2422 hari. Penanggalan Masehi termasuk sistem penanggalan solar (Solar calendar). Sistem penanggalan lunar disusun dengan rumus-rumus matematika.

Penanggalan Hijriah didasarkan pada jumlah hari yang ada  di antara ‘Bulan Baru’ dan ‘Bulan Baru’ berikutnya. Tidak sama jumlah harinya, yang tersingkat adalah 29.27 hari dan yang terlama adalah 29.83 hari. Untuk perhitungan matematis biasanya digunakan harga reratanya, 29.53 hari. Satu tahun Penanggalan Hijriah terdiri atas 12 kali periode ‘Bulan Baru-Bulan baru berikutnya’ atau 12x29,53 hari = 354,3671 hari. Jumlah hari dalam satu tahun Penanggalan Hijriah kurang 11 hari dari jumlah hari dalam satu tahun Penanggalan Masehi. Penanggalan Hijriah termasuk sistem penanggalan bulan (Lunar Calendar). Sistem penanggalan lunar disusun menggunakan data astronomi. Pada Penanggalan Hijriah didasarkan data ‘penampakan’ Bulan, timbul-purnama-mati.

Sistem Penanggalan China disusun seperti Penanggalan Hijriah, yaitu data astronomi.  Bukan data ‘penampakan’ Bulan -timbul-purnama-mati, tetapi data  tentang kemunculan Bulan Baru (timbul) yang terdekat dengan permulaan musim Semi di Tiongkok  (lichun). Menurut Penanggalan Masehi, lichun jatuh pada tanggal 4 Februari, yaitu antara ‘Winter Solstice’ dan ‘Spring Equinox’.

Tahun Baru China, hari ke-1 dari suatu tahun, ditetapkan pada saat Bulan timbul yang paling dekat dengan 4 Februari. Peristiwa ini terjadi di antara 21 Januari dan 21 Februari. Pada tahun 2016, Tahun baru jatuh pada tanggal 8 Februari. Berikutnya dalam lima tahun ke depan berturut-turut: 28-Jan-2017, 16-Feb-2018, 05-Feb-2019, 25-Jan-2020, dan 12-Feb-2021.

Karena dekat dengan permulaan musim Semi, maka Tahun Baru Cina juga disebut ‘Festival Musim Semi’-sebuah perayaan yang sangat indah dan ramai. Festival ini dilaksanakan dari Hari ke-1 hingga Hari ke-15 pada Bulan Pertama.

Dalam Penanggalan Cina terdapat siklus-60an -‘sexagenary cycle’ yaitu kombinasi 10 unsur alam (the 10 heavenly stems) dan 12 shio (the 12 earthly branches). Kesepuluh unsur alam itu adalah: jiâ (kayu), yĭ (kayu), bĭng (api), dīng (api), wù (tanah), jĭ (tanah), gēng (logam), xīn (logam), rén (air), guĭ (air). Keduabelas shio adalah: zĭ (tikus), chŏu (kerbau), yín (macan), măo (kelinci), chén (naga), sì (ular), wŭ (kuda), wèi (kambing), shēn (monyet), yŏu (ayam), xū (anjing), dan hài (babi).

Inilah beberapa matematika yang berkaitan dengan Tahun baru Cina yang dikembangkan Profesor Helmer Aslaksen dari Universitas nasional Singapura (2010).       **     

 

Leo Sutrisno