Syeikh Ali Jaber Terkesima Kemegahan Oesman Al-Khair

Syeikh Ali Jaber Terkesima Kemegahan Oesman Al-Khair

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Jadi Pusat Tahfiz Alquran

SUKADANA – Syeikh Ali Jaber mengawali tausiyahnya dengan memuji kemegahan Masjid Agung Oesman Al-Khair, saat hadir dalam tablig akbar syukuran suksesnya Sail Selat Karimata, Minggu (16/10). Bahkan Sang Syeikh menilai jika masjid terapung  di tengah-tengah kota tersebut lebih indah dari masjid terapung yang ada di kampung halamannya, Madinah, Arab Saudi.

“Jujur saja, saya sempat berbisik denga Bapak Oesman Sapta (Wakil Ketua MPR-RI, Red) tadi, untuk bersama-sama menjadikan Masjid Agung  Oesman Al-Khair sebagai pusat tahfizul Qur'an di Kalimatan Barat ke depannya, dan Beliau pun setuju,” kata Syeikh disambut dengan ucapan amin oleh jemaah yang hadir pada saat itu.

Syeich yang berasal dari Madinah ini juga mendorong agar anak-anak di Kabupaten Kayong, bisa tampil di salah satu channel televisi program hafiz Alquran. “Saya bercita-cita, mudah-mudahan sebelum Ramadan tahun depan, saya harap kita bersama dapat membina anak-anak kita sampai masuk menjadi peserta tahfizul Qur'an, dan saya harap itu dari anak anak Bapak, Ibu semua (Kayong Utara, Red),” doanya.

Dalam tausiyah itu, Syeikh Ali Jaber menitikberatkan ukhuwah umat muslim, agar lebih dipererat. Dia mengingatkan bagaimana yang terjadi saat ini, perang saudara antarumat Islam di mana-mana, termasuk di Indonesia. “Umat Islam adalah  yang terbesar di Indonesia, namun sayang sekali menjadi umat Islam  yang paling berpecah. Padahal seringkali saya katakan,  apabila kita bersatu, kita  tidak perlu kita berperang untuk melawan musuh kita,” tandasnya.

Hal ini pun sangat diharapkan olehnya, agar muslim di Kayong Utara bisa menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga menjadikan Islam agama yang paling  besar di Kalimantan Barat. “Mari kita sama-sama belajar, berusaha menjadikan kabupaten kita (Kayong Utara, Red) menjadi kabupaten yang paling aman, kabupaten yang paling makmur,” ajaknya.

Sebelum menutup tausiyahnya, Syeikh pun mengajak jemaah yang hadir untuk berhijrah, agar menjadi insan yang bertakwa dan yang paling dekat  kepada Allah SWT. “Mengenai hijrah yang  hakiki adalah hijrah kalbu, bagaimana hati yang rusak, penuh dengan penyakit, bisa hijrah  menjadi hati yang bersih dan suci,” tutupnya.

Sementara, wakil Ketua MPR-RI, Oesman Sapta Odang, mengapresiasi Bupati Kayong Utara, yang telah bekerja keras menyelenggarakan even bertaraf internasional ini dengan sukses.  “Belum tentu 35 tahun akan datang  acara sail bisa terulang kembali di sini (Kayong Utara, Red), dan saya melihat, bukan main masyarakat Kabupaten Kayong Utara dan kabupaten lain bisa berduyun-duyun datang ke acara puncak  Sail Selat Karimata yang diselenggarakan di Pantai Pulau Datok,” terangnya saat memberikan sambutan di depan jemaah tablig akbar.

Dalam sambutannya, sosok yang karib disapa OSO tersebut berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah hadir pada acara puncak Sail Selat Karimata, bahkan menyempatkan waktu bermalam di tanah kelahirannya tersebut. “Presiden Jokowi yang direncanakan datang pada pagi (15/10) tapi Beliau memaksakan  diri untuk datang sore hari (14/10) agar bisa bermalam di Kayong Utara,” cerita OSO. (dan)

Berita Terkait