Syahrial Akui Target Pajak Menurun

Syahrial Akui Target Pajak Menurun

  Kamis, 7 April 2016 09:33
RAZIA PAJAK: Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Kabupaten Kayong Utara, Syahrial, ketika mengelar razia gabungan, salah satunya untuk meingkatkan kesadaran dalam membayar pajak, Selasa (5/4) kemarin. ISTIMEWA

Berita Terkait

SUKADANA – Target penerimaan pajak Kabupaten Kayong Utara pada 2016 ini mengalami penurunan. Jika pada tahun sebelumnya Rp8.873. 167.000, tahun ini hanya Rp3.963.181.160. Hal ini diutarakan kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Kayong Utara, Syahrial, di kantornya, Selasa (5/4) kemarin.

Menurunnya target tersebut, dijelaskan dia, lebih dikarenakan pada tren penerimaan. Pada 2014 lalu, diakui dia jika mereka hanya bisa mematok kurang lebih Rp1,5 miliar.

Kesadaran dari masyarakat terkait pembayaran pajak, diungkapkan Syahrial, menjadi kendala utama minimnya penerimaan dari sektor pajak. Sementara untuk pihak perusahaan, faktor yang memengaruhi, menurut dia, adalah lokasi yang sangat sulit dijangkau oleh mereka. Karena sarana transportasi yang dimiliki mereka tidak memungkinkan untuk mendatangi perusahaan yang berada jauh dari ibukota kabupaten. Kondisi tersebut, dikatakan dia, ditambah kondisi jalan yang berlumpur.

“Target penerimaan pajak tersebut selain dari pajak kendaraan bermotor, pihak UPPD sekarang ini juga sudah melakukan penarikan pajak terkait pemanfaatan air permukaan dan pajak alat berat. Sudah ada dua perusahaan swasta yang bergerak di bidang pemanfaatan air permukaan berniat untuk melakukan pembayaran,” kata  Syarial.

Sementara itu, mengenai pajak alat berat, UPPD telah melakukan pendekatan kepada pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Selama ini, dari informasi yang mereka peroleh dari pihak perusahaan, mereka melakukan pembayaran langsung kepada Pemerintah Provinsi Kalbar. Hal tersebut, menurut dia, lebih disebabkan kantor dari masing-masing perusahaan, di mana ada tiga perusahaan sawit yang beredar di Kayong Utara, berdomisili di ibukota Provinsi, Kota Pontianak. Ditambahkannya lagi, untuk tahun ini ketiga perusahaan tersebut berniat untuk melakukan pembayaran pajaknya di wilayah kabupaten ini. Hal tersebut bisa terlaksana setelah mereka melakukan pendekatan kepada pihak perusahaan.  

“Pada saat kita lakukan penarikan pajak kepada perusahaan, mereka sudah bayar di Kantor Pajak di Provinsi. Sekarang ini kita minta mereka mengalihkan pembayarannya di sinilah (Kabupaten Kayong Utara, Red), supaya ada kontribusinya untuk Kabupaten. Karena Ini kan terkait dengan bagi hasil pajak dan restribusi, menyangkut penerimaan,” tandasnya.

Namun sekarang ini, dipastikan dia secara perlahan-lahan pihak perusahaan telah menjalin kerja sama yang baik dengan mereka. Pada 2015, dia menambahkan, segala proses administrasi menjadi fokus utama UPPD dalam mendongkrak penerimaan dari sektor pajak. “Mudah-mudahan pada tahun 2016 ini, apa yang ditargetkan bisa terwujud semuanya,” harap dia.

Syahrial juga menjelaskan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk kapan melakukan pembayaran pajaknya. “Kita juga tidak menargetkan mereka membayar pajak dari mulai berdirinya perusahaan. Yang penting itu ada kesadaran dari pihak perusahaan untuk melakukan pembayarannya. Dan kita hanya mau mengambil potensi dulu, dengan mereka mau membayar, kan ini merupakan potensi, yang nantinya mereka secara rutin untuk membayar,” ujarnya. (dan)

Berita Terkait