Sutarmidji Dorong Perempuan Maju Pilwako Pontianak

Sutarmidji Dorong Perempuan Maju Pilwako Pontianak

  Senin, 28 March 2016 20:23
Humas Pemkot Pontianak

Berita Terkait

PONTIANAK--Wali Kota Pontianak Sutarmidji mendorong tampilnya figure perempuan dalam pemiliha Walikota Pontianak pada tahun 2018 mendatang.

“Saya berharap dan mendorong kaum perempuan dan tokoh-tokoh perempuan di Kota Pontianak bisa tampil dalam pemilihan wali kota mendatang, jangan hanya sekadar menjadi penonton. Saya juga mendorong jajaran birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak supaya jangan sungkan mencalonkan diri sebagai wali kota,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/3).
Keinginan Sutarmidji tampilnya kaum hawa di kancah politik lantaran dirinya menilai banyak kaum perempuan yang mumpuni dan tidak kalah dengan kaum pria. Ia menyebut beberapa kaum hawa dari kalangan birokrat yang dinilai berhasil memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemkot Pontianak. Diantaranya Zumiyati yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Kota Pontianak. Sebelumnya pernah menduduki jabatan camat, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala BKD dan Asisten. Kemudian Syarifah Adriana, pernah bertugas sebagai Kepala Dinas Perhubungan yang kini menjabat sebagai Kasatpol PP. Ada pula Utin Sri Lena, yang saat ini menjabat sebagai Kadishubkominfo. Utin sukses meniti karir sejak menjadi lurah Darat Sekip, Camat Pontianak Selatan, Kasatpol PP, Kadis Kebersihan dan Pertamanan serta Kadisperindagkop dan UKM. “Ketiga kepala SKPD itu sudah teruji kepemimpinannya dan mereka juga tegas dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.
Tak hanya dari kalangan perempuan, beberapa pejabat Pemkot dari kalangan pria pun dinilainya bisa mencalonkan diri sebagai calon wali kota mendatang. Ia menyebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ismail yang dinilai berhasil menata ruas-ruas jalan. Kemudian nama Mochamad Akip, yang akan berakhir masa jabatannya tahun ini, bisa saja bergabung ke partai politik yang mungkin melirik dirinya sebagai salah satu calon. “Dari sejak dini mulai sosialisasikan diri sebab kurun waktu dua tahun itu bukan waktu yang lama. Bayangkan, Ahok saja sudah sosialisasi sejak satu tahun yang lalu. Dua tahun bagi calon yang belum pernah berkecimpung di dunia politik, sosialisasi itu penting supaya elektabilitasnya bisa betul-betul mumpuni,” saran Sutarmidji.(jim/humaspemkot)

Berita Terkait