Sutarmidi Ajak Masyarakat Pontianak Disiplin

Sutarmidi Ajak Masyarakat Pontianak Disiplin

  Senin, 8 Agustus 2016 09:31
TERTIB: Azril (kanan) saat dipanggil Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menerima hadiah sepeda. Humas Pekot

Berita Terkait

Azril Dihadiahi Sepeda oleh Wali Kota 

Perasaan senang sekaligus terharu dirasa Azril Nawawi, pelajar yang mendapat sepeda dari Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat pelaksanaan Apel Hari Lingkungan Hidup sedunia. Kebiasaan diri disiplin sedari kecil rupanya berujung hadiah sepeda.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Saat pelaksanaan apel hari Lingkungan Hidup sedunia, di halaman Masjid Mujahidin, Minggu kemarin, tiba-tiba Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memanggil seorang pelajar untuk naik ke atas mimbar menemani dirinya berpidato. Atas panggilan itu, sontak semua peserta upacara terkejut. Raut wajah siswa SMPN 1 Pontianak itupun berubah, dan meneteskan air mata. 

Rupanya, saat pelaksanaan apel, Wali Kota Pontianak melihat pelajar yang diketahui bernama Azril Nawawi bersikap sempurna. Terlebih saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Azril tertib dan sikap sempurna. Atas sikapnya itu, ia dihadiahi Midji sepeda. Azril semakin yakin bahwa ia menerima sepeda, setelah Wali Kota Pontianak meminta ajudan mencatat nama dan nomor telepon orang tua Azril.

Diakui Azril dirinya tak pernah menyangka mendapat sepeda, apalagi pemberian ini langsung dari Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Tanpa disadari, air mata menetes di matanya. “Saya terbiasa disiplin tiap upacara, apalagi ketika menyanyikan lagu kebangsaan, jelas harus bersikap sempurna dan pandangan lurus ke depan,” ucapnya.

Menurut dia, lagu kebangsaan sebagai lambang negara harus dihormati dengan cara berdiri tegak dan bersikap sempurna. Itu sebagai penghormatan kepada pahwalan yang telah berjuang memerdekakan bangsa ini.  “Saya lihat yang ikut upacara dengan tertib adalah Azril. Saya akan berikan hadiah sepeda untuk dia,” ucap Wali Kota Pontianak.

Wali Kota menyayangkan kenapa saat apel, masih ada segelintir siswa yang menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak dalam posisi sempurna. Dia minta guru-guru di sekolah mengevaluasi siswa didiknya serta memberi pembinaan dalam hal baris-berbaris. “Saat upacara, saya lihat masih ada memegang tas, menoleh kiri dan ke kanan. Kalau tidak disiplin, apa yang bisa diharapkan dari para generasi muda,” katanya.

Midji menjelaskan, untuk menjadikan seoarang disiplin tak mudah. Namun, apabila sudah terbiasa disiplin dalam berbagai aspek akan membuat seseorang jauh lebih baik. 

Disiplin jelasnya bisa dilihat dari sebuah daerah. Apabila masyarakat tak disiplin akan membuat biaya perbaikan kawasan semakin mahal. Tapi sebaliknya, apabila masyarakatnya disiplin maka akan membuat pengeluaran semakin kecil. “Contoh, jika masyarakat buang sampah sembarang maka dibutuhkan tukang sapu dan tenaga pengangkut sampah yang banyak. Dengan begitu kita keluarkan anggaran lebih banyak. Jika prilaku masyarakat sebaliknya, tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit,” terangnya.***  

Berita Terkait