Surplus 4.060 Ton , Mempawah Jadi Percontohan

Surplus 4.060 Ton , Mempawah Jadi Percontohan

  Rabu, 2 March 2016 10:37
Gubernur beserta istri melihat secara dekat mesin perontok padi yang digunakan petani di Desa Peniraman

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH– Gubernur Kalbar memberikan apresiasi atas pencapaian sektor pertanian di Kabupaten Mempawah. Sebab, ketika sebagian daerah di Kalbar menderita kekurangan pangan, produksi padi di Bumi Galaherang (sebutan Mempawah) pada tahun 2015 justru mengalami surplus hinga 4. 060 ton atau meningkat 3, 43 persen dari tahun lalu.

“Di daerah lain bahkan ada yang kekurangan sampai 11 ribu ton. Tetapi pertanian di Mempawah justru mengalami surplus. Hasil ini sangat baik sekali bisa membantu daerah lain yang masih kekurangan. Makanya, pertanian di Mempawah bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Kalbar,” tegas Gubernur, Cornelis menghadiri acara panen raya padi metode hazton di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (1/3) pagi.

Atas keberhasilan itu, Gubernur pun melayangan pujian kepada masyarakat petani di daerah itu yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata sebagai pahlawan kemanusiaan. Karenanya, petani merupakan pekerjaan mulia. Sehingga, para petani tidak boleh merasa rendah diri atau minder dengan profesinya.

“Petani itu pahlawan bagi umat manusia. Banggalah kita menjadi petani, karena kita telah memberi kehidupan kepada manusia. Bahkan di Amerika, seorang petani itu bisa menjadi presiden,” ungkapnya.

Lebih jauh, Cornelis menyebut keberhasilan pengelolaan pertanian itu tidak terlepas dari penerapan metode penanaman hazton yang dilaksanakan petani Desa Peniraman. Meski harus berhadapan dengan tantangan besar berupa air asin dari laut, petani sukses menerapkan sistem tersebut dengan baik.

“Pembangunan kemandirian pangan menjadi perhatian serius pemerintah. Karenanya, pemerintah ikut terlibat dalam upaya pembinaan secara langsung terhadap para petani. Cita-cita kita yakni mewujudkan masyarakat yang bisa makan dari hasil sendiri. Artinya kita bisa makan dengan tangan, tenaga, dan hasil dari tanah sendiri,” ucapnya.

Untuk itu, Gubernur memotivasi agar para petani terus meningkatkan kinerjanya. Sebab, Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan oleh pemerintah pusat. Contohnya peralatan pertanian diberikan lebih, dana alokasi khusus untuk pertanian juga lebih besar.

“Mempawah ini menjadi salah satu kabupaten penyangga di Kalimantan Barat. Makanya, para petani harus terus memotivasi diri untuk meningkatkan kinerjanya. Supaya, kedepan swasembada pangan bisa tercapai. Sehingga kita bisa mempertahankan hidup tanpa harus membeli beras dari luar negeri,” ucapnya.

Dilain pihak, satu di antara petani Desa Peniraman, Rokib menilai metode hazton terbukti maksimal dalam memacu pertumbuhan padi. Ia menuturkan fisik padi usia satu minggu dengan metode hazton serupa dengan fisik padi usia satu bulan dengan metode lainnya. Selain itu pula dengan metode hazton kerja para petani secara drastis menjadi lebih ringan.

“Dengan metode biasa kita repot karena harus sering berjaga di sawah. Tapi dengan hazton ini cukup dipantau sekadarnya. Karena itu kami sangat berterima kasih dengan adanya metode baru ini. Dahulu, mulai dari proses tanam hingga panen kita sibuk di sawah. Tapi dengan metode hazton ini jadi bisa santai-santai di rumah. Dari yang tadinya hanya 20 hektare memakai hazton kini sudah jadi 200 hektare. Jadi sangat mendukung penghasilan,” pendapatnya.

Selain dihadiri Gubernur, Cornelis, panen raya padi di Desa Peniraman juga dihadiri Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Muhrizal, Ketua TP-PKK Kalbar, Frederika Cornelis, Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto, Danrem 121, Brigjen Widodo Iryansyah, Pejabat dilingkungan Pemprov Kalbar dan Kabupaten Mempawah.(wah)

 

Berita Terkait