Surga Tersembunyi di Hutan Hujan Borneo

Surga Tersembunyi di Hutan Hujan Borneo

  Minggu, 4 June 2017 08:00

Berita Terkait

Mengunjungi Taman Nasional Bukit Lambir di Miri, Malaysia

Untaian akar pohon merambat di jembatan gantung tua. Bunyi gesekan kayu yang telah reot mengiringi setiap langkah para pelintas.

Kicauan burung terdengar dari kejauhan. Bersembunyi di balik bebukitan. Seolah tengah memberi ucapan selamat datang pada kami.

Shando Safela, Miri, Malaysia

HAMPARAN hutan hujan telat terlihat sejak dalam perjalanan menuju ke Taman Nasional Bukit Lambir. Saya datang bersama awak media massa dari Malaysia, Singapura, Jerman, Italia, Inggris dan Taiwan. Bersama Sarawak Tourism Board, kami diajak mengunjungi hutan dengan ekosistem hutan hujan terlengkap di dunia. 

Sebelum memasuki kawasan konservasi ini, kami diberi arahan terlebih dahulu. Briefing kecil ini sangat berguna bagi para wisatawan yang belum pernah berkunjung ke hutan tropis. 

Pemandu kami bernama Ah Ting. Bersama rekannya Chuta, Ah Ting memberitahukan apa saja yang boleh dan tidak boleh kami lakukan ketika berada di dalam hutan nanti. Larangan paling umum adalah untuk tidak membuang sampah dalam bentuk apapun.

Ah Ting menjelaskan beberapa tumbuhan dan hewan yang mendiami kawasan hutan ini. Salah satu keunikan hutan ini ialah terdapatnya tanah merah yang keras. Tanah merah ini berada di dasar sungai dan dilapisi pasir. Dalam beberapa bagian anak sungai, tanah merah ini jelas terlihat, sehingga warna air terlihat menjadi merah karena warna dasarnya yang merah. 

Kami menempuh perjalanan lebih dari dua kilometer dengan kondisi hutan berbukit yang sangat lebat. Anak sungai dengan air terjun berukuran kecil, sesekali kami lewati. Beberapa biawak liar sempat terlihat saat rombongan melintas. 

Diujung perjalanan, rasa lelah kami terbayar oleh keindahan air terjun Latak. Air terjun ini seperti surga tersembunyi diantara lebatnya belantara. Butuh perjuangan untuk menjangkaunya.

Air terjun yang tingginya sekitar 30 meter ini, seolah keluar dari celah pepohonan. Lebatnya hutan menutupi sungai yang mengalir di atasnya. Sungai di dasar air terjun dalamnya mencapai 10 meter. Para pengunjung tak disarankan untuk berada langsung dibawah air terjun. 

Suhu air yang dingin tak menghalangi beberapa turis dari Tiongkok yang datang lebih dulu dari kami untuk berenang. Pasir halus di pinggir air terjun membentuk pantai seperti di pinggir laut. Tak jauh dari air terjun, sebuah pos pemantauan setinggi lima meter di tempatkan untuk memantau pengunjung yang berenang.

Alam di Taman Nasional Bukit Lambir tak dapat dipungkiri keindahannya. Hutan dengan keanekaragaman hayati ini menjadi salah satu paru-paru dunia yang masih sangat alami. Tak hanya mendapatkan petualangan, kami yang datang ke tempat ini juga mendapat pelajaran berharga. Pelajaran untuk selalu menjaga dan merawat hutan beserta seluruh ekosistemnya sebagai penyeimbang kehidupan di dunia. (*)

Berita Terkait