Surga Kopi dan Ngopi

Surga Kopi dan Ngopi

  Rabu, 11 May 2016 10:50
ADA KOPI AMSTIRDAM: Salah satu kafe di Kota Malang yang menyajikan berbagai jenis kopi, termasuk produk lokal. DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG

Berita Terkait

Peminat kopi di Malang Raya terbilang sangat tinggi. Setidaknya itu bisa dilihat dari tumbuh suburnya kafe-kafe di Kota Malang. Salah satu menu andalan kafe tersebut adalah minuman kopi. Bahkan, menjamurnya kafe itu seakan menjadi identitas baru Kota Malang. Selain sebagai Kota Pendidikan dan Kota Taman, Malang dikenal sebagai Kota Kafe. Tak salah, saat membuka event Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2 pada awal April lalu, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengaku kagum dengan banyaknya kafe di kota tersebut. Ratusan kafe di Kota Malang menyediakan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah, termasuk kopi asli Malang yang banyak diproduksi di Amstirdam –Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Dampit–. Produk kopi Amstirdam itu telah menjelajah pasar internasional.

Ada dua jenis kopi yang dikembangkan, yakni arabika dan robusta. Yang dominan adalah robusta. Kopi robusta di kawasan tersebut juga sudah lama menjadi produk unggulan ekspor, yaitu sejak 1993 oleh PT Asal Jaya yang berdiri pada 1960. Hingga saat ini, terhitung sudah 41 negara yang menjadi negara tujuan ekspor. Di antaranya, Mesir, Italia, Spanyol, Belgia, Georgia, China, Jepang, Kanada. ”Sepanjang 2015 lalu, tercatat 43.000 ton kopi yang diproduksi. Meskipun, tercatat Kabupaten Malang masih menghasilkan 18.000 ton per musim per tahun,” ujar Direktur PT Asal Jaya Hariyanto.

Seakan tak mau kalah dengan Amstirdam, Kota Batu terus menggenjot produksi pertanian kopi. Dengan demikian, kopi di Kota Batu cukup bergeliat. Ada hasil panen yang dijual langsung ke agen, kafe-kafe, hingga Jakarta.

Kepala Bidang Perkebunan dan Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kota Batu Heru Waskito menyatakan, petani kopi di Kota Batu biasanya langsung menjual ke tengkulak dan ada juga yang menjual ke kafe-kafe. ”Lahan perkebunan kopi di Kota Batu ada 200 hektare,” kata Heru. Lahan itu tersebar di delapan desa, yaitu Desa Bumiaji, Desa Bulukerto, Desa Giripurno, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Juga, ada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Selain itu, di Desa Pesangrahan, Desa Oro-Oro Ombo, dan Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (dia/asa/c2/lid/c5/ami)

Berita Terkait