Super Tucano Jatuh: 2 Meninggal, Teknisi Masih Hilang

Super Tucano Jatuh: 2 Meninggal, Teknisi Masih Hilang

  Rabu, 10 February 2016 16:40

Berita Terkait

MALANG--Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna memberikan update seputar musibah jatuhnya pesawat tempur TNI AU Super Tucano di Blimbing, Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2) pagi.

"Insiden ini tes fligth sesuai prosedur. Ini hari kedua," ujar Agus.

Pesawat ini jatuh, kata Agus, saat calling terakhir minta turun dari 15.000 kaki ke 8.000 kaki.

"Musibah ini terjadi saat itu. Akibatnya 1 rumah ditimpa pesawat. Ada dua penghuni di rumah itu, ibu Irnawahyuni dan Nurkolis (27)," tuturnya.

Dua warga sipil tersebut meninggal, begitu juga dengan penerbang Mayor PNB Ivy Safatillah. "Pilot ditemukan dalam keadaan meninggal," ujarnya. Sementara teknisi Saiful, masih hilang. 

Pesawat buatan Brasil tersebut jatuh sekitar pukul 10.12 WIB, satu orang meninggal dunia dalam insiden pagi itu, adalah Erna Wahyuningtyas. Erna tak lain adalah istri dari Mujianto.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, saat kejadian Mujianto sedang bekerja, sementara anaknya berada di sekolah. 

Beberapa saat kemudian Mujianto mendapat kabar bahwa rumahnya tertimpa pesawat TNI AU. Dia pun bergegas pulang. Alangkah kagetnya dia melihat rumahnya sudah berantakan. 

Dia pun melihat petugas mengevakuasi seorang korban yang tampa sudah meninggal.  Ternyata korban adalah istri tercintanya. Mujianto kemudian menangis histeris melihat istrinya meninggal akibat hantaman pesawat.

Menurut tetangga Mujianto, saat pesawat latih itu menimpa rumahnya, Erna sedang memasak di dapur. “Kami sudah panik kok ada pesawat muter-muter di sekitar kawasan ini, ternyata jatuh ke rumah Pak Mujianto,” kata salah satu warga.

Saat tragedi nahas jatuhnya pesawat Super Tucano TT 3108 buatan Brasil, pilot pesawat latih militer Mayor Pnb Ivy Safatillah memang dikabarkan selamat. Ternyata hal itu benar. Dia pun sempat dievakuasi ke RSSA, Malang. 

Namun Mayor Ivy menghembuskan nafas terakhir saat diwrawat di rumah sakit tersebut. “Setelah dirawat di rumah sakit, Pilot meninggal dunia,” terang Kapentak Lanud Abd Saleh, Mayor Hamdi Landong Allo kepada Radarmalang online (JPNN Group), Rabu (10/2).

Sementara itu, teknisi Serma Saiful hingga berita ini diturunkan masih belum diketahui kabar beritanya.  Terakhir dikabarkan selamat. Pasalnya kursi lontar diketahui kosong saat evaluasi bangkai pesawat berlangsung. (mas/ika/mik/mas/adk/jpnn)

Berita Terkait