Sungai Kendawangan jadi Tempat Sampah

Sungai Kendawangan jadi Tempat Sampah

  Rabu, 18 May 2016 09:55
SAMPAH MENUMPUK: Sampah di bantaran Sungai Kendawangan semakin menumpuk, karena tidak ada kegiatan pembersihan di sungai tersebut. ISTIMEWA

Berita Terkait

KENDAWANGAN – Warga sekitar bantaran Sungai Pasar Kendawangan di Kecamatan Kendawangan, mengeluhkan banyaknya sampah yang memenuhi sepanjang sungai tersebut. Sampah-sampah itu mengeluarkan aroma tak sedap, serta pemandangan kotor yang terlihat di pemukiman padat penduduk.

Salah satu warga Kendawangan, Pusar, mengatakan, seharusnya Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, segera mengambil tindakan. Dia berharap agar pemerintah memberikan peringatan dan memberi sanksi tegas kepada warga, apabila diketahui membuang sampah di sepanjang Sungai Kendawangan. Karena, menurut dia, selain menimbulkan bau tak sedap, juga mencemari lingkungan.

Ia mencoba membandingkan bagaimana dulu waktu sungai masih bersih, banyak warga yang menjala ikan di tepian sungai tersebut dan ikanya masih ada. Tapi sekarang, menurut dia, banyak ikan yang mati mengapung bercampur sampah ditemukan di tepian sungai. "Itu diduga karena akibat banyaknya limbah sampah warga," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Kecamatan, untuk segera menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) yang permanen. Dengan keberadaan TPS tersebut, harapan dia, warga dapat membuang sampah pada tempatnya. "Bisa saja warga membuang sampah ke sungai karena tidak ada tempat sampahnya," jelasnya.

Kepala Desa Kendawangan Kiri, Julianda Samsir, mengungkapkan bahwa warganya yang bermukim di sekitar Pasar Kendawangan, sebetulnya sudah disediakan tong sampah. Namun, diakui dia, sejauh ini belum ada penanganan masalah pengangkutan sampah tersebut sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA). Mereka terkendala masalah armada angkutan sampah dengan tenaga kebersihanya.

Akan tetapi, pihaknya berjanji akan berkordinasi dengan Dinas Kebersihan Kabupaten Ketapang, untuk mengatasi masalah sampah tersebut. "Kita akan coba berkoordinasi terkait permasalahan ini. Semoga segera ada solusinya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait