Sungai Kapuas Bakal Dikeruk

Sungai Kapuas Bakal Dikeruk

  Kamis, 23 June 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak Gunung Hutapea memastikan, pengerukan dasar perairan Sungai Kapuas akan dikerjakan dalam dua pekan ke depan. Saat ini pengerjaannya masih menunggu tiga kapal dari Batam.

“Masih persiapan. Menunggu kapal dari Batam, masuk ke Pontianak. Paling lama dua minggu ke depan,” kata Gunung kepada Pontianak Post, Rabu (22/6).

Tiga kapal jenis keruk terdiri dari satu unit trailing suction hopper dredger (THSD) dan dua unit kapal jenis Clampshell akan mengeruk dua juta kubik sedimentasi di dasar sungai. Tujuannya, untuk pendalaman dan pelebaran alur navigasi pelayaran. 

Disebutkan Gunung, masa pengerukan sedimentasi itu membutuhkan waktu lima bulan. Dia memperkirakan, pengerjaan selesai dalam bulan Desember. Dia juga memastikan selama masa pengerukan alur pelayaran tidak akan terganggu.

“Diperkirakan bulan Desember selesai. Pengerukan dilakukan pada saat air surut. Sehingga tidak akan mengganggu pelayaran,” jelas Gunung. 

Berdasarkan studi, hampir 2,3 juta kubik sedimentasi endapan di Sungai Kapuas. Anggaran Rp60 miliar, sebut Gunung, hanya mengeruk permukaannya saja. Sedangkan untuk jauh ke dalam, membutuhkan biaya besar. 

“Dalam tiga tahun untuk minus lima saja, perlu Rp300 miliar. Jadi memang ya bukan hanya Pontianak saja, yang diurus pemerintah, tapi ada daerah lain. Tahun ini, hanya menghindari sendimen yang lebih tinggi lagi. Kami akan coba dibuih 3-4 dulu,” jelasnya. 

Program pengerukan didanai oleh pemerintah pusat yang menelan dana Rp60 miliar ini, untuk memperluas alur navigasi pelayaran Sungai Kapuas. Pengerukan akan dipusatkan pada Buoy 3 dan 4. “Direncanakan lebar alur bisa mencapai 80 meter dengan kedalaman 5 low water spring (LWS),” sebut Gunung.

Dia juga berharap, setelah pengerukan selesai alur pelayaran barang dan jasa yang masuk melalui sungai kapuas tidak terganggu lagi. Sebab, akan menggangu perekonomian. (gus) 

Berita Terkait