Sumur Bor dan Penampungan Air untuk Warga

Sumur Bor dan Penampungan Air untuk Warga

  Rabu, 28 Oktober 2015 13:11
SUMUR BOR: Kegiatan pembangunan sumur bor bagi masyarakat di Blok M, Kota Sanggau, Selasa kemarin. SUGENG/PONTIANAK POST

SANGGAU-Hari Dharma Karya Dhika Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bagi sejumlah UPT di Kabupaten Sanggau diperingati dengan pembuatan sumur bor dan penampungan air untuk warga dilingkungan padat penduduk diwilayah Kota Sanggau. Fasilitas tersebut rencananya akan diserahkan langsung kepada masyarakat melalui Bupati Sanggau.
Pembuatan sumur bor sedalam 22 meter untuk kapasitas penampungan 2000 liter tersebut dibangun diwilayah blok M kota sanggau. Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat secara bersama-sama. Sumur tersebut juga akan dilengkapi alat penyaring sehingga dapat digunakan untuk minum dan memasak. “Nanti juga dipasang penyaring supaya airnya bisa digunakan untuk minum dan memasak. Jadi bukan hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci,” ungkap Kepala Rutan Klas II B Sanggau, Darwis Syam didampingi Kepala Rupbasan, Sugiharto.
Pembangunan ini, kata Darwis, merupakan instruksi kantor wilayah agar dilakukan pembangunan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat sekaligus sebagai bakti kemenkum dan ham kepada masyarakat. “Iya perintah dari kanwil begitu. Ini sekaligus untuk peringatan hari jadi Kemenku dan HAM RI pada tahun ini. Makanya kami pilih lingkungan Blok M ini sebagai tempat pembangunan karena sebagai salah satu lingkungan padat penduduk,” jelasnya Selasa (27/10).
Pada dasarnya, empat instansi yang berada dibawah naungan Kementerian Hukum dan HAM RI yang ada di Sanggau ini seperti Rutan Sanggau, Imigrasi Sanggau, Rupbasan Sanggau dan Imigrasi Entikong punya kewajiban untuk turut membangun daerah salah satunya melalui fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. “Ini sumbangsih yang kami buat untuk masyarakat. Meski mungkin nilainya tidak besar, semoga manfaatnya dapat dirasakan untuk waktu yang cukup lama. Apalagi saat musim kemarau yang berkepanjangan,” tambah Sugiharto. (sgg)