Sumatra's Last Tiger Raih Medali Perak Festival Film New York

Sumatra's Last Tiger Raih Medali Perak Festival Film New York

  Minggu, 24 April 2016 15:42

Berita Terkait

SUMATRA Last Tiger, film dokumenter tentang upaya penyelamatan harimatu Sumatera, meraih medali perak Festival Film New York 2016.

"Memang bukan medali emas, tapi penghargaan ini dipastikan akan mempopulerkan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Pesisir Barat Lampung," ujar Asnawi Bahar, ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA)

Sumatran Last Tiger menyisihkan banyak film dengan tema sama dari seluruh dunia, dan hanya bisa dikalahkan oleh Vanishing King: Lion of Namib -- yang menceritakan ancaman kepunahan Singa Namibia di Afrika Barat.

Sukses film dokumentar Indonesia ini yang kali kedua. Sebelumnya, West Papua -- film dokumenter iklan tentang Raja Ampat yang diproduksi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) -- meraih penghargaan bergengsi di Festival Film Pariwisata Bulgaria di Veljko Tarkovo.

Seperti Laskar Pelangi yang memperkenalkan Belitung ke dunia, Sumatran Last Tiger diyakini akan membuka mata publik AS akan eksotisme hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Media internasional; digital, cetak, dan televisi, mengulas film ini. Potongan film tampil di berbagai televisi. Foto-foto harimau terakhir Sumatera juga terpampang di media cetak, dan videonya menyebar di situs online. Sukses Sumatran Last Tiger adalah promosi bagi pariwisata Indonesia.

Harimau Sumatera nyaris punah, dengan populasi sekitar 500 hektar. Ruang hidup mamalia eksotis ini kian terdesak kebutuhan penduduk akan tanah pertanian, industri, dan aktivitas perburuan liar.**

Berita Terkait