Sulit Bangun Darmaga Bongkar Muat

Sulit Bangun Darmaga Bongkar Muat

  Senin, 11 April 2016 09:13
ANGKUTAN SUNGAI: Kapal motor bandong masih tetap digunakan masyarakat untuk mengangkut sejumlah barang mereka dalam kapasitas banyak serta biaya murah. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero sependapat bahwa di Kota Putussibau setidaknya harus berdiri sebuah dermaga bongkar muat yang representatif. Hanya saja untuk mewujudkan itu diakui dia sangat sulit dikarenakan berbagai kendala.

“Untuk mendukung aktivitas bongkar muat barang yang dibawal kapal motor bandong, dibutuhkan dermaga yang reprensentatif. Hanya saja tidak bisa dibuat di Putussibau,” aku Wabup. Pasalnya, dia menambahkan, air Sungai Kapuas di daerah perhuluan cepat turun dan arusnya begitu deras. “Kalau di Putussibau ini memang tidak bisa dibuat dermaga, karena airnya cepat turun. Paling tidak di daerah Mandai, Nanga Embaloh, atau  Nanga Bunut yang air Kapuasnya cendrung stabil,” ungkap politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini. 

Dia sependapat bahwa pembangunan dermaga induk memang harus secepatnya. Terutama, dia menambahkan, di daerah bagian hulu, karena daerah hilir seperti Jongkong, Selimbau, Suhaid, dan Semitau sudah ada dermaga bongkar muat barang. “Kalau daerah yang masih banyak mengandalkan angkutan sungai, tetap ada dermaganya. Nah, untuk daerah perhuluan menuju Kota Putussibau mesti ada batasan,” ungkap dia.

Satu-satunya kendala menggunakan angkutan sungai menuju daerah Kapuas Hulu, menurut dia, hanya di Batu Puja Semitau. “Batu Puja itu sulit dilewati, sedikit saja air surut sudah susah,” jelas pria yang sering naik kapal motor bandong pada saat sekolah ditahun 70-an ini.

Dia mengaku, pada saat dirinya masih bersekolah, naik motor bandong adalah hal biasa, karena pada waktu itu hanya angkutan sungai yang tersedia. Kendati sudah mulai meredup seiring lancarnya transportasi darat dan udara menuju daerah Kapuas Hulu, keberadaan angkutan sungai, diakui dia, masih tetap dibutuhkan. Selain murah, alasan lainnya bagi dia, kapal motor bandong bisa membawa muatan lebih banyak. “Karenanya keberadaan kapal motor bandong tetapnya dibutuhkan, demikian dengan dermaga bongkar muat barang sangat dibutuhkan,” ungkap Wabup. (aan)

Berita Terkait