Suhu Udara Ekstrim pada Musim Penghujan

Suhu Udara Ekstrim pada Musim Penghujan

  Senin, 28 March 2016 20:00   1

SECARA geografis, Indonesia terletak pada koordinat lintang 6° LU – 11° LS dan koordinat bujur 95°BB - 141°BT sehingga secara tidak langsung keadaan iklim Indonesia dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari yang menyebabkan wilayah Indonesia mengalami penyinaran matahari yang hampir merata setiap tahunnya. Adanya pergerakan semu matahari tersebut mengakibatkan Indonesia hanya mengalami 2 musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Adapun faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keadaan cuaca di Indonesia yaitu angin monsoon, topografi dan gangguan siklon tropis.

Pola umum iklim berdasarkan distribusi hujan di Indonesia terbagi menjadi tiga pola antaralain : pola hujan monsunal, pola hujan lokal dan pola hujan equatorial. Pertama, Pola hujan monsunal memiliki perbedaan yang tegas antara musim penghujan dan musim kemarau. Secara umum untuk musim penghujan terjadi dari bulan Oktober sampai Maret. Sedangkan untuk musim kemarau berlangsung dari bulan April sampai September dengan puncak maksimum hujan terjadi pada bulan Desember sampai Januari. Pola hujan monsunal terdapat di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, dan sebagian Sumatera. Kedua, Pola hujan lokal dipengaruhi oleh kondisi lokal suatu wilayah dimana hanya memiliki satu puncak maksimum musim hujan yang terjadi sekitar pertengahan tahun. Salah satu wilayah yang mempunyai pola hujan lokal adalah Ambon (Maluku). Ketiga, Pola Hujan Equatorial mempunyai dua puncak musim penghujan yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober pada saat matahari mendekati garis khatulistiwa.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang di lewati garis khatulistiwa sehingga secara keseluruhan wilayah-wilayah kabupaten yang tercakup dalam Kalimantan Barat mengikuti pola iklim yang ketiga yaitu pola hujan equatorial termasuk wilayah kabupaten Kapuas Hulu. Ditinjau secara geografis Kabupaten Kapuas hulu yang beribu kota di Putussibau tersebut terletak antara koordinat 0°4’37’’ LU sampai dengan 1°35’21” LU dan 111° 31’38’’ BT sampai dengan 114°12’5” BT sehingga pada bulan Maret 2016 ini, kabupaten Kapuas Hulu masih mengalami musim penghujan. Namun anehnya, pada  Maret 2016 ini, yang merupakan puncak musim penghujan, pada data pengamatan yang tercatat di BMKG Pangsuma Putussibau pada tanggal 8 Maret 2016 terdapat suhu udara ekstrim mencapai 35.8°Celcius. Dimungkinkan hal tersebut terjadi akibat menjelang adanya equinox yang terjadi pada tanggal 21 Maret 2016 lalu. Pada saat equinox, posisi matahari segaris dengan garis khatulistiwa sehingga sebagai dampaknya suhu udara menjelang equinox meningkat karena pada saat equinox, matahari memancarkan energi panasnya secara maksimal. Jadi wajar saja jika masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu masih merasakan suhu yang panas di musim penghujan ini.**

 

 

rahpeni fajarianti

staff BMKG Pangsuma Putussibau