Suhu Mekkah Capai 51 Derajat

Suhu Mekkah Capai 51 Derajat

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

Jemaah Diminta Jaga Kondisi Tubuh

PONTIANAK – Sebanyak 445 jemaah haji Kalimantan Barat mulai berangkat menuju ke tanah suci mekkah, Kamis (18/8) kemarin. Ratusan jemaah yang berangkat itu dari kloter 11. Rombongan ini berasal di Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau dan Ketapang.

“Jumlah Jemaah yang berangkat dari kloter 11, 445 orang. Jika digabungkan dengan petugas, jumlahnya 449 orang,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat Syahrul Yadi di asrama haji Jalan Letjend Soetoyo kepada Pontianak Post. 

Syahrul kembali mengingatkan agar jemaah bisa menaati segala aturan yang sudah dibuat. Selain itu dia meminta agar jemaah bisa mempersiapkan kondisi tubuh sebaik mungkin. 

Sebab, menurutnya persiapan melaksanakan ibadah kelima rukun Islam ini tidak hanya ketaqwan saja melainkan juga kesehatan tubuh yang harus dijaga. Apalagi saat ini memasuki musim panas. Di mana temperatur suhu yang tinggi. 

“Jika kesehatan tidak dijaga, semuanya bisa gagal dilakukan,” pesannya.

Dia menyebutkan saat ini temperatur suhu di Arab Saudi mencapai 43 derajat celcius. Tempeteratur itu jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang biasanya dialami para jemaah yakni 36 derajat celcius. 

Bahkan, lanjut dia, temperatur, bisa lebih tinggi lagi saat 10 Dzulhijah. Saat di mana, jemaah melaksanakan wukuf arafah. Kondisi cuaca bisa mencapai 51 derajat celcius.

“Itu prediksi suhu tertinggi. Makanya diperlukan cara untuk mengantisipasi panasnya cuaca,” ungkapnya. 

Karena itu dia mengingatkan jemaah agar patuh terhadap pimpinan. Bagi Syahrul, kepatuhan itu menjadi langkah terbaik dalam perjalanan ibadah haji ini. 

Syahrul menyatakan, kondisi jemaah yang berangkat gelombang pertama di kloter 11 ini dalam keadaan baik. Dia berharap kondisi yang sama juga dialami jemaah ketika bertolak dari Batam menuju ke Tanah Suci Mekkah.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengingatkan jemaah haji agar selalu menjaga kondisi. Tidak hanya keimanan tapi juga kesehatan. “Apabila dijaga maka kekhusukan menjalankan ibadah dapat berjalan dengan lancar,” pesan M Zeet saat melepas jemaah calon haji asal Kalimantan Barat Kamis, (18/8).

Permintaannya agar jemaah menjaga kondisi tubuh karena melihat suhu di Mekkah Madinah Arab saudi dan sekitarnya sangat panas. Bahkan temperatur suhu bisa mencapai hingga 51 derajat. 

Karena itu dia mengingatkan agar jemaah begitu tiba di tanah suci dapat menyesuaikan diri dengan cuaca yang lebih panas ini. Di antaranya memperbanyak meminum air putih, mengkonsumsi buah dan perbanyak makan sayur.

Dia meminta agar para jemaah selalu berhubungan satu dengan yang lain. Baik dengan petugas haji, pembimbing jemaah, maupun petugas kesehatan. “Nomor kontak harus dimiliki masing-masing jemaah. Jemaah jangan pergi sendiri-sediri,” pesannya. 

 

Masalah Visa Kelar

Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat Syahrul Yadi mengatakan, visa yang dibutuhkan jemaah sudah tuntas. “Kemarin sempat tersisa sembilan orang. Insya Allah tidak ada permasalahan lagi. Begitu juga dengan pelaksanaannya, kami berharap berjalan dengan baik,” harapnya. 

Tak lupa Syahrul juga meminta jemaah haji memanjatkan doa untuk bangsa Indonesia. Menurutnya doa di tanah suci akan lebih mudah diijabah oleh Tuhan. “Doa di tanah suci dan dipanjatkan orang yang suci, Insya Allah akan dikabulkan Allah,” kata dia. 

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ernan memastikan kondisi jemaah Kota Pontianak dalam keadaan baik. Hanya saja, masih ada empat orang jemaah asal kota seribu parit ini yang belum melakukan timbang koper. 

Ernan pun mengaku sudah berusaha mengkonfirmasi yang bersangkutan. Termasuk melalui ketua regu di masing-masing kelompok. Sayangnya, dia tak mendapat kejelasan alasan jemaah yang belum melakukan timbang tas hingga siang kemarin.

“Ini masih kami tunggu. Sudah dihubungi tapi nomornya tidak aktif,” kata Ernan. 

Jemaah Kota Pontianak rencananya berangkat Jumat (19/8) bersama Kabupaten Mempawah dan Melawi. Ratusan jemaah ini bergabung dalam kloter 12. “Kami pesan agar jemaah Kota Pontianak tepat waktu untuk menimbang koper. Kendala lain tidak ada, semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. 

Sementara itu jumlah jemaah calon haji asal Kalimantan Barat sebanyak 1.864 orang. Di antaranya 426 jemaah asal Kota Pontianak,  Kubu Raya 234, Mempawah 135, Kota Singkawang 81, Sambas 230, Bengkayang 47, Sanggau 85, Sekadau 46, Melawi 83, Sintang  110, Kapuas Hulu 96, Kayong Utara 55, Ketapang 187 dan Landak  40.

Semula jumlah jemaah yang terdaftar 1.872 orang. Namun delapan jemaah gagal berangkat karena empat jemaah dari Kota Pontianak mutasi ke kota lain. Di antaranya dua mutasi ke Depok dan dua ke Semarang. Kemudian dari Kabupaten Sambas tiga orang. Dua orang batal berangkat karena sakit dan satu orang meninggal dunia. Lalu satu jemaah asal Kabupaten Mempawah juga batal berangkat karena sakit.

Untuk penerbangan hari pertama (Kamis,18/8), berjumlah 155 Jemaah. Jumlah itu di antaranya 19 orang dari Kabupaten Sanggau, 96 orang dari Kabupaten Kapuas Hulu dan 37 orang dari Kabupaten Ketapang serta dua pertugas pendamping. (mse)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait