Suhu di Tanah Suci Mendekati 50 Derajat

Suhu di Tanah Suci Mendekati 50 Derajat

  Senin, 15 Agustus 2016 08:45
FOTO AFP

Berita Terkait

Laporan FATHONI P. NANDA dari Madinah

SUHU udara di Kota Madinah luar biasa panas. Saat malam, suhunya berkisar 33-38 derajat Celsius. Bahkan di siang hari bisa mendekati 50 derajat Celsius. Embusan angin yang menerpa wajah pun terasa sangat panas.

Kemarin siang (14/8), suhu tertinggi mencapai 49 derajat Celsius. Angka tersebut muncul di pengukur suhu udara Jabal Uhud. Para calon jamaah haji (CJH) yang sedang berziarah ke tempat bersejarah itu pun kepanasan. 

Payung dan serban para pedagang kaki lima laris manis dibeli para peziarah, yang rata-rata merupakan CJH asal Indonesia.

"Hari ini rasanya paling panas selama kami di Madinah," ujar Khaeruddin, salah seorang ketua regu CJH asal Jakarta Selatan.

CJH asal Indonesia berziarah ke Jabal Uhud dalam kelompok-kelompok besar. Yang kali pertama dilakukan adalah menaiki bukit yang menjadi saksi perang antara 700 tentara muslim dan 3.000 kaum kafir Quraisy itu. 

Selanjutnya, rombongan turun ke makam para syuhada yang meninggal dalam Perang Uhud.

Terik matahari dan tingginya suhu udara membuat para peziarah hanya melakukan kunjungan singkat. Berkali-kali mereka menyemprotkan air ke wajah untuk mengurangi rasa panas. Tampak pula peziarah yang berlari penuh keringat kembali ke kendaraan karena kepanasan. 

"Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, ayo segera kembali ke bus. Cuaca sangat panas. Jangan sampai ziarah ini mengganggu ibadah arbain di Masjid Nabawi," teriak salah seorang pemimpin rombongan kepada para CJH asal Indonesia.

Peningkatan suhu udara juga terjadi di sekitar Masjid Nabawi. Suhu tertinggi kemarin siang mencapai 46 derajat Celsius. 

Pantulan sinar matahari dari pelataran masjid membuat wajah terasa panas. Kondisi itu pula yang mengakibatkan banyak CJH yang kakinya melepuh sehingga dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. 

Rata-rata para CJH lanjut usia itu lupa tempat menaruh sandal. Akhirnya mereka pulang ke hotel tanpa alas kaki. (*)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait