Suhadi SW; Hidup jangan Seperti Ketimun Bungkuk

Suhadi SW; Hidup jangan Seperti Ketimun Bungkuk

  Selasa, 14 November 2017 19:21

Berita Terkait

KUNCI utama keberhasilan seseorang dalam mencapai suatu tujuan yakni memiliki kejujuran dan kedisiplinan. Sepandai apapun kalau tidak jujur, suka berbohong, tidak sakit dibilang sakit, dan sebagainya,  kalau ia aparat negara, akan melakukan segala sesuatu sesuka hatinya. Setelah itu baru lapor yang baik baik. Artinya antara yang dikerjakan dengan yang laporkan berbeda, itulah namanya ketidak jujuran.
Demikian juga disiplin memegang peran penting dalam mencapai tujuan, pekerjaan yang seharusnya bisa dituntaskan hari ini, namun karena yang bersangkutan tidak disiplin maka pekerjaan menjadi tertunda. Oleh karena setiap langkah harus diperhitungkan sungguh sungguh,  apa untung dan ruginya ketika meputuskan sesuatu ternyata merugi jangan dilakukan, sehingga keberadaan kita dalam suatu organisasi atau apalah namanya, dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak.
Jangan menjadi ketimun bungkuk. Artinya masuk tidak dihitung, tidak masuk tidak dicari. Kenapa demikian, karena kiprah dan eksistensinya tidak dirasakan oleh lingkungannya, apakah lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, lingkungan hoby dan sebagainya
Tunjukkan kinerjanya secara maksimal, jangan seperti Pasukan 703, (Tujuh kosong tiga),  masuk kantor jam tujuh,  kerjanya nol  tidak berbuat  apa apa, hanya pandai bergunjing, baca koran, cerita politik kesana kemari tidak jelas, ujung pangkalnya dan pada akhirnya ribut tidak bertegur sapa, sehingga membuat lingkungan kerja atau tempat tinggal tidak kondusif. Setelah itu baru pulang tanpa menghasikan sesuatu produk. Itulah namanya Ketimun Bungkok.
Suhadi Sw. mengajak warga masyarakat untuk tetap semangat dalam bekerja dan dilandasi niat yang tulus dan Iklas. "Mari kita berupaya untuk menjadi orang penting di Kantornya masing masing. Ketika kita tidak ada, pimpinan mencari cari seperti ada yang kurang, tanpa kehadiran kita sepertinya ada yang kurang lengkap," ujar Suhadi.
Jangan menjadi staf yang masuk tidak dihitung,  tidak masuk juga tidak dicari, sebab tidak ada pengaruhnya apa apa terhadap organisasi. Seperti Ketimun Bungkuk, dimasukkan karung tidak dihitung, ditinggal pun tidak ada yang mau.
Jadilah ketimun ketimun yang baik sehingga keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mari kita lebih mengedepankan kepentingan umum  dari pada kepentingan pribadinya. Ketika masalah itu kecil namun masalah negara, maka masalah tersebut, menjadi besar, namun sebaliknya jika masalah itu besar, namun karena masalah pribadi, maka masalah tersebut harus dikecilkan.**

Berita Terkait