Suguhkan Pemutaran Film Pendek

Suguhkan Pemutaran Film Pendek

  Minggu, 25 September 2016 10:47
MINAT BACA Pelajar memadati stan bazar buku bertempat di halaman Masjid Mujahidin, Sabtu(24/9). Acara yang digelar oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Pontianak ini dimaksudkan untuk menarik minat membaca masyarakat Pontianak. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Peringatan Bulan Cinta Perpustakaan

PONTIANAK – Peringatan Bulan Cinta Perpustakaan Kalimantan Barat kembali menyuguhkan pemutaran film pendek  yang berlangsung di Galeri Canopy Center. Dua film yang ditayangkan: Sepatu Baru dan Selow Jak, Boy! yang di sutradarai anak Pontianak. 

Film berjudul Sepatu Baru, disutradarai oleh Aditya Ahmad, seorang sineas muda berbakat asal Makassar, Sulawesi Selatan. Film berdurasi sekitar 15 menit ini mengisahkan seorang anak yang tinggal di sebuah perkampungan kumuh. Dia gelisah lantaran hujan tidak kunjung berhenti sepanjang hari sehingga membuatnya tidak bisa menggenakan sepatu baru.

Bocah tersebut pun lantas berupaya menghentikan hujan dengan caranya sendiri. Dia melemparkan celana ke atap rumah. Tindakan itu diinspirasi dari kebiasaan warga setempat untuk mencegah hujan turun saat digelarnya hajatan.

Film yang merupakan tugas akhir Aditya saat berkuliah di Institut Kesenian Makasar ini meraih beberapa penghargaan bergengsi. Di antaranya, Special Mention di Festival Film Internasional Berlin 2014, dan Sutradara Terbaik di Festival Film Internasional Singapura 2014. Sepatu baru juga masuk dalam nomine film pendek terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2014.    

Pemutaran film ini diakhiri dengan sesi diskusi sebelum berlanjut ke penayangan film berikutnya. Diskusi dipandu oleh Deny Sofyan, sineas asal Kota Pontianak yang juga Direktur Yayasan Canopy Indonesia. 

“Ide film ini mengangkat cerita keseharian. Temanya sangat lokal dengan menghadirkan visual kuat dan menyentuh,” ujarnya.

Tema tentang keseharian juga diangkat oleh Pawadi Jihad dalam film Selow Jak, Boy! Tayangan fiksi ini mengisahkan keseharian pemuda bernama Ipung. Unsur komedi begitu kental dalam film arahan sutrada asal Pontianak tersebut, sehingga mengundang tawa penonton. Cita rasa lokal film ini pun sangat kental karena para pemain berdialog dalam Bahasa Melayu Pontianak.

“Kita tidak perlu ragu mengangkat tema lokal, dan menggunakan dialog dalam bahasa daerah karena bisa menggunakan subtitle (teks terjemahan),” tegas Deny.  

Pemutaran Sepatu Baru, dan Selow Jak, Boy! merupakan rangkaian pekan pemutaran film pendek dalam rangka peringatan Bulan Cinta Perpustakaan 2016. Kegiatan ini berlangsung setiap Rabu malam sejak 14 hingga 28 September mendatang. 

Penayangan perdana pada pekan lalu tersebut dilakukan seusai peluncuran (soft lounching) Bulan Cinta Perpustakaan Kalimantan Barat 2016 oleh kepala Badan Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi Kalimantan Barat, Ignasius IK.

Dia mengatakan terdapat 25 seri kegiatan yang diselenggarakan pihaknya selama September-Oktober untuk memeriahkan Bulan Cinta Perpustakaan pada tahun ini. Serangkaian kegiatan itu diharapkan mampu menggugah dan meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan. 

“Dua kegiatan besarnya, yakni Kampanye Ayo ke Perpustakaan, dan Pameran Buku, Kalbar Book Fair,” ajaknya.  (gus/rilis)

Berita Terkait