Sudirman Said Janji Buka-Bukaan

Sudirman Said Janji Buka-Bukaan

  Senin, 7 December 2015 12:23
Ricardo/JPNN.Com

Berita Terkait

JAKARTA -- Menteri ESDM Sudirman Said berjanji buka-bukaan di hadapan penyelidik Kejagung sama seperti saat menjalani sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan di DPR.

Sudirman akan membeberkan semua yang diketahuinya kepada penyelidik Kejagung yang tengah menggarap dugaan pemufakatan jahat Ketua DPR Setya Novanto, yang meminta saham PT Freeport Indonesia dengan imbalan perpanjangan kontrak karya.

"Hari ini saya memberikan keterangan, sejujurnya, seterbuka mungkin, sebagaimana saya ungkapkan di MKD," ujar Sudirman sebelum diperiksa Kejagung, Senin (7/12).

Dia mengatakan, jika ada keterangan tambahan yang dibutuhkan Kejagung pasti akan diberikan. Sudirman mengaku mendukung sepenuhnya langkah Kejagung mengusut kasus ini, apalagi jika ditemukan adanya pelanggaran hukum. "Saya kira kemarin dikatakan MKD, apabila oleh penegak hukum disimpulkan ada aspek pelanggaran hukum, pasti ditindak,  kami mendukung sepenuhnya," katanya.

Ini pemeriksaan pertama oleh Kejagung terhadap Sudirman. Pekan lalu, anak buah Jaksa Agung Prasetyo Cs memanggil Sudirman untuk dimintai keterangan. Namun, kala itu Sudirman berhalangan hadir. "Pagi ini saya memnuhi panggilan Kejagung. Panggilan kami terima pekan lalu, tapi pekan lalu saya berada di Wina," pungkas Sudirman.
 

Digarap Singkat
Pemeriksaan Menteri ESDM Sudirman Said dalam dugaan pemufakatan jahat Ketua DPR Setya Novanto terkait permintaan saham PT Freeport Indonesia berjalan singkat di Kejaksaan Agung, Senin (7/12). 

Sudirman terpantau masuk gedung bundar Pidana Khusus Kejagung sekitar pukul 7.55 dan keluar pukul 9.00.

Namun demikian, Sudirman mengaku sudah menyampaikan informasi mendasar kepada penyelidik seperti yang juga disampaikannya saat memberi keterangan di Mahkamah Kehormatan Dewan beberapa waktu lalu.

"Apabila ada diperlukan lagi (tambahan keterangan), kami hadir," kata Sudirman di Kejagung, Senin (7/12).

Ia mengaku menjelaskan dan mencocokkan serta diperdengarkan rekaman pembicaraan Setya Novanto, Presiden Direktur PTFI Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Riza Chalid.

Sudirman juga mengaku ditanya soal pertemuannya dengan Maroef. Namun, ia berdalih pertemuan itu hanya sebatas pekerjaan.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Elisier Sahat Maruli Hutagalung mengatakan, Sudirman baru dimintai keterangan karena sekarang masih proses penyelidikan. Lantas apa akan memanggil Setnov? Maruli menjawab diplomatis. "Nanti kita lihat. Kalau penyelidikan belum bisa dikasih tahu," ujarnya, Senin (7/12) di Kejagung. (boy/jpnn)

Berita Terkait