Sudarmin, Penemu Teknologi Penjernih Air

Sudarmin, Penemu Teknologi Penjernih Air

  Selasa, 8 December 2015 08:21
Teknologi air bersih : Sudarmin memperlihatkan teknologi yang digunakannya untuk menjernihkan air. Tidak hanya teknologi dia juga berhasil meramu formula untuk menjernihkan air. Teknologi dan formula ini dijualnya ke masyarakat dengan tawaran harga yang bervariatif (Haryadi/Pontianak Post)

Berita Terkait

Air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Itu yang dirasakan Sudarmin. Pria yang beternek lele di kawasan Wonodadi II, Jalan Ayani II, Kabupaten Kubu Raya. Sudarmin membutuhkan air yang tidak sedikit. Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangganya, tapi juga untuk kolam lele miliknya. Ada 100 kolam bibit lele organik sangkuriang miliknya yang membutuhkan air bersih.

Berkat kerja kerasnya, pria yang akrab disapa Pak Darmin ini berhasil menciptakan teknologi yang mampu menjernirkan air, apakah itu air gambut, air dari sumur gorong-gorong, sumur bor atau yang lainnya. Berikut petikan wawancara wartawan koran ini bersama Pak Darmin. Oleh : Ramses Tobing

Bagaimana Anda bisa menemukan teknologi ini?

Inti awalnya, bagaimana saya bisa mendapatkan air untuk kolam lele. Itu menjadi dasar utama penemuan teknologi ini. Setelah berhasil ditemukan, pelan-pelan teknologi ini juga bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih, seperti Pontianak dan Kubu Raya. Air menjadi kebutuhan paling mendasar. Musim kemarau kekurangan air. Musim hujan apalagi. Meski pun air melimpah, tapi air yang bersih tidak tersedia dengan baik. Jika untuk rumah tangga, kesulitan mendasarnya adalah tidak punya PDAM. Solusi mereka dengan membuat sumur gorong-gorong atau sumur bor, tapi kadar zat besinya tinggi. Membersihkan itu sangat sulit. Sekarang saya menemukan formula dan teknologi yang bisa menciptakan produk air bersih.

 

Kapan Anda menemukan teknologi ini?

Saya menemukan ini tahun 2014. Terhitung sudah satu tahun. Prosesnya cukup lama, sampai akhirnya saya menemukan formula dan teknologi menjernihkan air. Formula ini hasil racikan sendiri. Saya beli beberapa bahan baku yang berstandarkan SNI, kemudian kita olah dan menjadi formula yang bisa menjernihkan air. Tak hanya formula, saya juga menemukan teknologi yang juga bisa menjernihkan air.

 

Cara kerjanya seperti apa?

Jika menggunakan formula, maka campurkan dengan air dan biarkan larut. Kemudian aduk secara otomatis. Formula ini berfungsi untuk menetralkan PH, memecahkan warna dan penggumpalan hingga air benar-benar bersih. Ini saya sebut penjernihan dengan chemical. Sedangkan jika tidak hanya menggunakan listrik. Ini murni teknologi. Air yang sudah ditampung langsung diproses dengan listrik. Saya jamin 100 persen air langsung bersih. Ini adalah teknologi pertama di Kalbar.

 

Bagaimana dengan kualitas air?

Kualitas air benar-benar terjaga, karena formula yang digunakan bersumber dari bahan baku yang ber-SNI. Jadi keamanannya dijamin. Sedangkan yang menggunakan tenaga listrik, itu murni pengendapan alami.

 

Pangsa pasar sekarang sudah sejauh mana?

Alhamdulillah responnya bagus, sudah sampai di Medan. Tapi, secara umum tetap di Pontianak. Saya pun tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga, tapi juga untuk perusahaan dan industri. Perusahaan yang sudah memakai jasa ini, seperti HPI, Grup Djarum, Auto 2000, Semen Gresik dan Al Fityan. Sekarang saya dan rekan-rekan sedang membangun pembersihan air ini di Anjungan untuk kebutuhan 200 ton perhari.

 

Berapa tarif pemasangannya?

Alat ini sudah siap dikomersilkan. Untuk kebutuhan rumah tangga, jika itu chemical maka Rp 3 juta sekali pasang. Perawatannya hanya pergantian formula jika sudah habis. Jika non chemical, maka pemasangan Rp 9 juta, ini murnian alami.

 

Apakah sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah?

Pemerintah memang belum melihat produk kami, namun saya memang berencana joint dengan pemerintah. Secara sosial, kami siap membantu dengan teknologi itu. **

 

 

Berita Terkait