Sudahlah Residvis, Gelapkan Motor Pacar

Sudahlah Residvis, Gelapkan Motor Pacar

  Selasa, 19 April 2016 11:13
PELAKU PENGGELAPAN: Dua tersangka penggelapan saat diamankan di Mapolsek Putussibau Utara. Salah satunya ternyata merupakan residivis yang kerap berurusan dengan aparat kepolisian. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Am Meringkuk Kembali ke Jeruji Besi

PUTUSSIBAU – Tindak kejahatan yang dilakukan orang terdekat belakangan sering terjadi. Nike Asmara (16), harus mengalami ketika sepeda motor miliknya digelapkan pacarnya sendiri, Am.

Merasa kesal, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Putussibau Utara. Am akhirnya ditangkap anggota Polsek Putussibau Utara pada saat berada di Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (5/4) lalu.

Iptu Sri Mulyono, kepala Polsek (Kapolsek) Putussibau Utara menceritakan mengenai kronologis pengelapan sepeda motor milik Nike oleh Am. Awalnya, diceritakan dia jika pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk mengambil STNK di Desa Sibau Hulu, 19 Januari lalu. Informasi yang diperoleh Kapolsek bahwa pelaku yang belum lama keluar dari penjara dengan kasus pencurian, mengenal korban melalui jejaring sosial facebook.
Kemudian, Kapolsek mengungkapkan pada 19 Januari, korban ditelfon untuk agar dipinjamkan sepeda motor miliknya dengan nomor polisi KB 2762 FL. Masih menurut Kapolsek, di mana oleh korban, permintaan pelaku disanggupi. Digambarkan Kapolsek bagaimana pada saat korban hendak pergi ke sekolah, pelaku menunggu di sekolahnya bersama temannya, Anggit. “Alasan pelaku pinjam sepeda motor itu untuk mengambil STNK. Dalam melakukan aksinya itu, pelaku ditemani oleh Anggit, berusia 17 tahun,” jelas Kapolsek.
Lama tidak dikembalikan sepeda motor miliknya, siswi SMA ini, menurut Kapolsek, kemudian merasa jengkel dan melapor kepada mereka.  Dengan melakukan penyelidikan selama 3 bulan, Kapolsek memastikan jika penyidik mereka kemudian mengetahui pelaku selalu berpindah-pindah tempat. Pelaku, menurut dia, beralih-alih tempat mulai dari Kecamatan Boyan Tanjung hingga ke Pontianak. "Rupanya pelaku di Ambawang dan ditemukan Selasa (5/4) lalu. ini berkat kerjasama dengan anggota Polri di Ambawang," tuturnya.
Untuk sepeda motornya sendiri, menurut Kapolsek, berdasarkan pengakuan pelaku, telah dijual dengan harga Rp1 juta kepada warga Kelurahan Tebang, Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau. "Saya bel kepala desa di sana, ternyata benar ada motornya di sana," tuturnya.
Untuk kedua tersangka, hanya Am yang ditahan mereka. Sementara Anggit belum ditahan mereka karena masih di bawah umur, namun tetap menjalani pemeriksaan. Anggit, kata dia lagi, walaupun masih di bawah umur, namun sudah dua kali divonis pengadilan.
“Kami tengah berkoordinasi juga dengan jaksa, apakah ada pertimbangan untuk ditahan?" jelasnya. Untuk kedua pelaku, akan dikenakan mereka dengan pasal 372, dengan ancaman 4 tahun penjara.
Am saat diwawancarai, mengaku sudah dua kali masuk bui dengan kasus pencurian. "Saya pernah curi laptop dan bongkar warung. Kali ini gelapkan motor," ujarnya.
Pria berusia 18 tahun ini mengatakan jika sepeda motor yang digelapkannya tersebut merupakan milik pacarnya sendiri, dengan jaminan handphone-nya. Dia mengaku awalnya tak memiliki niat untuk mencurinya, namun takut untuk mengembalikannya pada saat itu. “Ya saya bawa lari sekalian," ucapnya.
Pria pengangguran ini mengaku menyesal telah melakukan perbuatan itu. Pasalnya ia tak menampik sudah mempermalukan keluarga sendiri.(aan)