Suara Ledakan dari Warkop?

Suara Ledakan dari Warkop?

  Rabu, 12 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan 13 pintu rumah toko (ruko) di Jalan Jurusan Mempawah Rt 008 Rw 006, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (10/10) sore. Namun sejumlah saksi mata mendengar ada ledakan dari salah satu warung kopi (warkop).

“Sebelum kebakaran itu, saya sempat mendengar suara ledakan dari salah satu warkop. Tak lama kemudian tampak keluar asap dari warkop tersebut. Hingga akhirnya muncul api dan membakar bangunan ruko,” aku Herlina.

Meski demikian, dirinya tidak dapat memastikan penyebab munculnya ledakan tersebut. Termasuk pula apakah ledakan itu yang memicu munculnya api hingga melalap 13 bangunan ruko di komplek pasar tersebut.

“Kejadiannya begitu cepat, jadi saya tidak bisa memastikan dari mana sumber api muncul. Namun, terdengar suara ledakan terlebih dahulu sebelum keluar asap dan api,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mempawah merespon cepat musibah kebakaran yang menghanguskan 13 ruko dua lantai itu. Selasa (11/10) pagi, Bupati Mempawah, H Ria Norsan meninjau lokasi kebakaran. Bupati memotivasi para korban sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan dari pemerintah daerah setempat.

“Untung tak bisa diraih, malang tak dapat ditolak. Kita tidak bisa menolak datangnya suatu musibah atau bencana yang diturunkan Allah SWT. Namun, bagaimana kita jadikan musibah ini sebagai pengalaman agar tidak terulang lagi dimasa mendatang,” kata Ria Norsan dihadapan korban kebakaran.

Bupati pun memotivasi para korban kebakaran agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketegaran menghadapi musibah ini. Jadikan musibah itu sebagai motivasi untuk terus bekerja keras guna meraih keberhasilan dan kesuksesan yang lebih besar dimasa mendatang.

“Terutama lebih meningkatkan kehati-hatian. Karena, api yang kecil menjadi teman dan api yang besar menjadi lawan atau musuh. Maka hati-hati terhadap potensi kebakaran. Misalnya kabel-kabel listrik yang sudah tua, penggunaan tabung gas dan potensi lainnya,” papar Norsan.

Dalam kesempatan itu, Bupati pun secara simbolis menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah dan BLHPBD. Bantuan dari BLHPBD berupa sembako, pakaian, sarung, selimut dan lainnya. Sedangkan bantuan dari pemerintah daerah berupa uang tunai senilai Rp 10 juta per ruko.

“Jangan dilihat dari besaran nilai bantuan, melainkan inilah bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mempawah kepada masyarakat korban kebakaran. Dan kami pun senantiasa mendoakan agar kedepan usaha bapak dan ibu bisa segera bangkit dan lebih sukses dari sebelumnya,” tegas Norsan memberikan suntikan semangat.

Ditempat yang sama, Camat Sungai Pinyuh, Rochmat Effendy mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati yang telah menyempatkan diri menemui korban kebakaran. Dirinya berkeyakinan, motivasi dari Bupati akan menjadi cambuk bagi para korban untuk bangkit dan bekerja keras membangun kembali usahanya.

“Musibah kebakaran ini merupakan ujian kehidupan dari Tuhan YME. Setiap cobaan itu bentuk rasa sayang Allah SWT kepada kita, agar lebih bersyukur dan meningkatkan usaha dimasa mendatang. Pasti ada hikmah dibalik setiap musibah. Mungkin sekarang terpuruk, tetapi kedepan bisa sukses dan lebih baik lagi. Terimakasih kepada Pak Bupati yang telah memotivasi dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran,” singkatnya.

Kebakaran yang berlangsung kurang lebih dua jam itu menghanguskan 13 ruko. Yakni Warkop Eka (dua pintu) milik H Yunus, Warkop Borneo (satu pintu) milik Johari, Warkop Hasan milik Yopi (satu pintu), ruko kosong milik H Ibrahim (satu pintu), ruko kosong bekas BMT milik Abdullah Yasin (satu pintu), Coffe Shop milik H Sabran (dua pintu), Warkop Anggraini milik Nazarudin (satu pintu), Warkop Eka II milik Nazarudin disewakan kepada Agus (satu pintu), ruko milik Sujanto (satu pintu), ruko Asia milik Liu Bhin (dua pintu). Kerugian yang diderita para korban dalam kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 8 miliar rupiah.

Dua Tiang

Listrik Terbakar

Keganasan si jago merah tak hanya menghanguskan 13 ruko di Jalan Jurusan Mempawah, Pasar Sungai Pinyuh. Melainkan juga merusak jaringan listrik milik PT PLN. Ada dua buah tiang listrik di depan ruko yang ikut hangus dilalap api. Akibatnya, pihak PLN terpaksa melakukan pemutusan aliran listrik diwilayah Sungai Pinyuh dan sekitarnya.

“Ada dua tiang yang ikut terbakar. Yakni tiang beton dan tiang besi. Maka, kami terpaksa melakukan penggantian tiang baru,” terang Manager PT PLN Rayon Mempawah, Saut Manurung ketika dikonfirmasi Pontianak Post.

Selain melakukan penggantian tiang, lanjut Saut, pihaknya pun melakukan pergantian kabel listrik yang putus dalam musibah kebakaran itu. Menindaklanjuti kerusakan itu, maka pihaknya telah menerjunkan para petugas untuk melakukan perbaikan jaringan listrik.

“Berhubung dilakukan perbaikan tersebut, maka kami terpaksa melakukan pemutusan aliran listrik. Kita usahakan wilayah pemadaman dipersempit, agar para pelanggan tetap mendapatkan penerangan. Kami pun telah menerjunkan para petugas dan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan pergantian jaringan tersebut dengan cepat,” tegasnya.(wah)

 

Berita Terkait