Studi Banding Songsong Sail Selat Karimata, Sambangi Kota Pontianak, Singkawang, dan Mempawah

Studi Banding Songsong Sail Selat Karimata, Sambangi Kota Pontianak, Singkawang, dan Mempawah

  Minggu, 27 December 2015 13:16

Berita Terkait

SUKADANA – Siswa-siswi dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, mengelar studi banding Praktek Pemandu Wisata ke Kota Pontianak, Mempawah, dan Kota Singkawang. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang 21 – 24 Desember lalu.

Di Kota Pontianak, para peserta didik menuju ke Istana Qadriah, Masjid Jamik Sultan Abdurrahman, Masjid Mujahidin Pontianak, Museum Negeri Pontianak, dan Rumah Radakng, serta sejumlah sentra bisnis. Sedangkan di Singkawang, mereka mendatangi Pantai Pasir Panjang dan Mimi Land. Di Kabupaten Mempawah sendiri, mereka bertandang ke Wisata Nusantara. 

“Kegiatan studi banding Pemandu Wisata ini barulah kali pertama dilakukan. Hal ini tentunya tidak terlepas ditunjuknya Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah kegiatan Sail Selat Karimata, yang akan diusung pada tahun 2016 mendatang,” terang kepala Program Usaha Perjalanan Wisata SMKN 1 Sukadana, Jamani. Terlebih, dia menambahkan, SMKN 1 Sukadana ini merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang di dalamnya terdapat program keahlian pariwisata. Pada jurusan ini, dia menambahkan, peserta didik dibekali berbagai kompetensi dalam melakukan pelayanan di bidang usaha perjalanan wisata.

Dia mengungkapkan berbagai kompetensi yang dikuasai para siswa ini, mulai dari menerima dan memproses reservasi tiket sesuai permintaan pelanggan, mengurus transportasi perjalanan domestik maupun internasional beserta dokumen-dokumen yang berhubungan, serta menjadi pemandu wisata. Dia juga memastikan jika para siswa diajarkan untuk mengerti mengenai perjalanan wisata maupun aktraksi atau objek wisata, hingga layanan transfer. Di samping itu, dia menambahkan, para siswa diajarkan untuk menghitung harga paket perjalanan dan menyelenggarakan kegiatan perjalanan wisata, menjual produk wisata dan melaksanakan tugas tata operasi darat (ground handling), serta sebagai pengelola informasi wisata lainya.

“Berawal dari itulah dan menyongsong Sail Karimata Tahun 2016, merupakan suatu keharusan  bagi SMK Negeri 1 Sukadana, khususnya jurusan pariwisata, untuk ikut serta dan mensukseskan kegiatan bertaraf internasional tersebut. Untuk program studi banding Praktek Pemanduan Wisata, diharapkan peserta didik dapat pengalaman baru, belajar secara nyata dengan berkunjung ke objek wisata secara langsung,” terang Jamani.

Sementara itu, ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003, kurikulum SMK mengharuskan praktik harus lebih  banyak daripada teori, di mana 70 persen  praktek dan sisanya teori. Terutama, dia menambahkan, dalam praktik memerlukan kreativitas guru dalam menggunakan metode yang efektif, efesien, dan menarik.

Berdasarakan dengan hal tersebut, menurut dia, SMKN 1 Sukadana memiliki potensi besar untuk ditumbuhkembangkan dalam memajukan pariwisata di Kayong Utara. Dia yakin, mereka bisa bergerak di bidang pemanduan, kerajinan, keragama seni dan budaya lokal, pelayanan, dan juga sebagai media centre para turis sehingga mereka mudah mengakses potensi wisata lokal  yang ada di kabupaten ini. “Hal tersebut tentunya tidak terlepas adanya jalinan kerja sama dan perhatian dari berbagai pihak, terutama kepala sekolah, Dinas Pendidikan, dan Disbudparpora, serta masyarakat Kabupaten Kayong Utara,” harapnya.

Diungkapkan dia jika kegiatan praktik pemanduan wisata ini dilakukan sebagai langkah awal bagi peserta didik, untuk melakukan studi praktik guiding di luar Kabupaten Kayong Utara. Bahkan, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan studi praktik guiding di luar Kalbar, seperti ke Pulau Jawa, Yogyakarta, bahkan Bali. Untuk merealisikan ini, mereka akan mengarahkan para siswa agar menabung sejak awal. Dengan demikian, dia menghendaki pembiayaan tidak dibebankan kepada sekolah, tetapi juga kerja sama antara orang tua atau wali siswa.

Sementara itu, kepala SMKN 1 Sukadana, Tulus, sangat mendukung kegiatan praktik pemanduan tersebut. Dengan demikian, dia berharap lulusan dari sekolah yang dipimpinnya ini berkualitas pada bidang keahliannya.  Tulus menambahkan, pada 2016 mendatang, mereka memrioritaskan pengadaan sarana jurusan pariwisata, sehingga peserta didik akan lebih mudah melaksanakan praktik pembelajaran. Dengan demikian, dia yakin, mereka dapat diandalkan nantinya saat kegiatan Sail Selat Karimata.

Tulus yakin SMK pariwisata merupakan aset bagi kemajuan pembangunan, khususnya di bidang pariwisata di  Kabupaten Kayong Utara. “Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari kelas XI, sesuai kurikulum mata diklat produktif yang berjumlah 17 orang siswa jurusan usaha perjalanan wisata,” terangnya. (dan)

Berita Terkait