Streaming Tontonan Anti-mainstream

Streaming Tontonan Anti-mainstream

  Senin, 7 Agustus 2017 09:57

Berita Terkait

Streaming tayangan film komersial udah biasa bagi Zetizen. Hari gini gitu loh, tinggal buka beberapa situs atau aplikasi langsung bisa nonton film-film yang pernah jadi box office. Terus gimana dong kalo pengen nonton film indie? As we know, film indie biasanya diputar saat festival atau diskusi film. Yup, film indie terbilang susah ditemukan di bioskop kesayanganmu karena terkadang film indie dibuat hanya untuk mengikuti ajang festival bergengsi. Makanya tema-tema yang diangkat pun unik bahkan anti-mainstream. Tapi di tengah semua keterbatasan menonton film indie, Zetizen berikut bisa nonton film indie dengan segala upayanya, loh. Pantengin aja cerita mereka nih, guys! (ind)

Membantu Distribusi Film

Fitro Dizianto (@mastomasto)

“Sebagai penonton, kalo online biasanya aku nonton film indie, terutama film indie Indonesia di situs Viddsee. Viddsee tuh semacam platform buat film-film pendek se-Asia. Kalo sebagai kreator, aku pernah submit film pendek aku ke Viddsee.  Itu lewat proses kurasi. Film pendek yang aku submit sebelumnya diputar di festival yang diadain komunitas. Audiens-nya kebanyakan mahasiswa, anak komunitas film, film maker, atau mereka yang udah punya referensi tontonan di luar film komersial. Biasanya juga setiap pemutaran selalu ada diskusi yang isinya kenapa film itu diputar. Nah, ketika film pendekku masuk di Viddsee, semua orang yang punya akses internet bisa nonton film itu. Selain membantu distribusi, submit film di Vidsee jadi menarik ketika film itu ditemukan sama penonton di luar penonton yang tadi aku sebutkan.”

 

Termotivasi dengan Film Lokal

Javier Gilang (@javiergilang)

“Kalo nyari referensi buat nonton film indie biasanya aku dapat dari grup facebook. Bukan dari situs penyedia film indie karena mostly situs film indie itu berbayar pas kita mau nonton. Dari grup facebook itu juga aku bisa sharing ilmu dengan yang lain. Referensinya juga banyak. Kalo pengaruhnya itu kan banyak yang share film atau video karya pribadi, nah nonton karya mereka tuh bikin aku semangat buat berkarya lebih baik lagi. Aku juga prefer nonton film-film karya anak lokal. Nggak tahu ya, kalo nonton yang lokal tuh kayak ada rasa tersaingi. Apalagi kalo yang buatnya orang Indonesia yang seumuran denganku, bikin termotivasi supaya bisa buat film sendiri. Mindset-nya jadi dia aja bisa, masa aku nggak bisa. Masalah genre film sih lebih suka yang dokumenter karena filmnya lebih mengupas apa yang terjadi di lapangan.”

Berita Terkait