Strategis, Pancasila Banjir Lapak Dadakan

Strategis, Pancasila Banjir Lapak Dadakan

  Kamis, 22 June 2017 09:59
LAPAK DADAKAN: Warga saat memilih pakaian yang dipajang para penjual dadakan di sepanjang Jalan Gusti Hamzah | SITI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Melihat Aktivitas Perniagaan di Sepanjang Jalan Gusti Hamzah

Ada pemandangan berbeda ketika menyusuri sepanjang jalan Gusti Hamzah, Pontianak. Jalan yang lebih dikenal dengan nama jalan Pancasila itu, selama Ramadan dipenuhi dengan lapak-lapak dadakan yang berjejer di tepi kanan dan kiri jalan tersebut. Lapak dadakan itu tidak lagi didominasi pedagang kuliner, namun lebih banyak diisi para niagawan pakaian.

Siti Sulbiyah, Pontianak

PARA pedagang dadakan jalan Gusti Hamzah pasang badan sejak matahari mulai terbenam. Ada pula yang sudah bersiaga sejak siang hari. Sebagain lapak ada yang berdiri di sepanjang trotoar. Ada juga yang memanfaatkan badan jalan yang lebar. Sebagian lain menggunakan lahan parkir ruko yang tutup pada malam hari.

Untuk memamerkan dagangannya, sebagian mereka ada yang hanya menggelar tikar terpal. Ada pula yang menggunakan tenda segi empat. Diantara mereka ada yang sekedar menumpuk daganganya diatas tikar. Namun ada pula yang menata rapi dagangannya dengan gantungan. Meski berbeda cara menjual, mereka punya satu harapan yang sama, yaitu hadirnya pengunjung yang datang untuk membeli barang yang mereka niagakan.

Sepanjang jalan tersebut, akan ditemui lapak yang menjual pakaian, mulai dari kemeja, kaos, celana jeans, blous, jilbab, hingga baju anak. Pembelinya beragam, mulai dari anak muda hingga ibu rumah tangga. Lokasi yang strategis menjadi alasan utama para pedagang ini menggelar dagangannya di sepanjang jalan ini.

Cici, salah seorang pedagang yang berjualan memilih Jalan Gusti Hamzah karena lokasinya strategis. Selain banyak cafe favorit anak muda, jalan ini juga terdapat banyak butik. “Di sini itu strategis, banyak butiknya juga. Jadi kalau orang cari pakaian lebaran bisa sekalian lewat,” ungkapnya ketika dikunjungi Pontianak Post pekan lalu.

Ramadan tahun ini merupakan tahun keduanya berjualan di jalan tersebut. Meski hanya memiliki lapak yang kecil, namun penjual yang menjual jilbab dan pakaian wanita ini mengaku mendapatkan penghasilan yang cukup besar. ”Ramadan ini adalah tahun kedua saya berjualan disini. Biarpun lapaknya kecil, tapi penghasilannya lumayan,” ucapnya. 

Apalagi ketika momen jelang lebaran, pengunjung menurutnya akan semakin ramai. Memang ketika di awal Ramadan sebagian pengunjung hanya sekedar melihat-lihat. Tetapi ketika mendekati hari lebaran, pengunjung tak pernah sepi dan yang membeli juga semakin banyak. “ Awal ramadan masih banyak yang lihat-lihat, dekat lebaran orderannya lumayan banyak,” bebernya.

Ia yang berjualan di depan salah satu ruko itu mengaku tidak membayar uang sewa kepada pemilik ruko. Namun sebelumnya ia sudah meminta izin kepada pemilik ruko untuk berjualan didepannya.

Pedagang lainnya yang membuka lapak di tepi jalan Gusti Hamzah ini adalah Suryaningsih. Ia bersama rekannya menjual celana jenas khusus pria dengan berbagai ukuran. Alasan membuka lapak di jalan Gusti Hamzah sama dengan pedagang sebelumnya, yaitu karena lokasi yang strategis. “Disini tempatnya strategis. Anak muda sering lewat sini, apalagi target pasar saya adalah anak muda.,” ungkapnya.

Selain itu, jalan ini juga lurusan dari jalan Putri Chandramidi, yang mana jalan ini terdapat banyak lokasi dimana kawula muda biasa berkumpul. Diakuinya selain Pancasila, jalan Putri Chandramidi atau dikenal dengan jalan Podomoro juga strategis. Namun karena jalannya sempit sehingga tidak memungkinkan membuat lapak disana. “ Podomoro jalannya sudah lumayan sempit, jadi kita pilih disini, lebih lebar dan ada tempat parkirnya lagi,” ucapnya.

Selama Ramadan ini, lapaknya tak pernah sepi dari pengunjung. Penjulannya mengalami peningkatan drastis ketimbang hari-hari biasa. Dalam sehari penjulannya bisa 30 hingga 40 jeans setiap hari. Kebanyakan pembelinya adalah anak muda. Namun ada pula para orang tua yang membelikan untuk anaknya.

Salah seorang pengunjung, Ria, memutuskan untuk membeli baju disalah satu lapak. Ia yang tengah menemani temannya berbelanja itu mengaku merasa cocok dengan pakaian yang di jual disana. “Pakaian disini cocok dengan selera saya. Jadi saya beli disini saja,” tuturnya.**

 

Berita Terkait