Strategi di Babak Pertama Kunci Portugal Singkirkan Wales

Strategi di Babak Pertama Kunci Portugal Singkirkan Wales

  Kamis, 7 July 2016 07:34
FOTO; UEFA

Berita Terkait

LYON - Portugal tampi efektif saat mengalahkan Wales di semifinal Euro 2016, Kamis (7/7) dini hari WIB dengan skor 2-0. Secara total, penguasaan bola Cristiano Ronaldo cs hanya 46%. Sedangkan Wales mampu dominan dalam memegang bola sebanyak 54%.

Meski begitu, Seleccao das Quinas - julukan Portugal, justru lebih serang mengancam gawang lawan. Mereka memang tak banyak bermain-main dengan bola melainkan langsung menyerang secara frontal.

Tercatat, Portugal melepaskan 17 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran dan berbuah 2 gol. Sementara itu, Wales hanya bisa membuat 9 tembakan dan hanya 3 yang on target.

Selain itu, Portugal sangat pintar dalam memainkan strategi di lapangan. Di babak pertama, mereka sengaja untuk lebih banyak menunggu dan membiarkan Wales menekan. Dalam hal ini, Portugal menguatkan sisi pertahanan. Wales pun frustrasi di babak pertama karena serangan-serangan mereka selalu gagal. Secara tidak langsung, mental dan fisik pemain Wales kelalahan.

Memasuki babak kedua, Portugal langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Mereka memanfaatkan kondisi fisik pemain Wales yang mulai kedodoran setelah tampil trengginas di babak pertama. Pelatih Portugal, Fernando Santos, menyebut strategi di babak pertama dengan banyak menunggu menjadi kunci kemenangan timnya atas Wales.

"Portugal selalu memiliki strategi yang membuat lawan sulit meraih kemenangan. Kami melawan tim yang berbeda gaya sehingga kami memainkan variasi taktik. Di babak pertama kami sengaja lebih banyak menunggu dan memperkokoh lini pertahanan. Wales memainkan sepak bola cepat dan para pemain rajin bergerak," ucap Santos kepada Uefa.com.

Imbuhnya, "Saya tahu pemain Wales mulai kelelahan. Selepas rehat, saya menginstruksikan kepada para pemain saya untuk menggebrak lebih awal".

Santos sendiri menolak Portugal menerapkan gaya defensif. Dia lebih menyebutnya bermain efektif. Faktanya, dengan penguasaan bola yang lebih sedikit, mereka mampu melakukan percobaan tembakan ke gawang lebih banyak. (epr/JPNN)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait