Stok VAR Terbatas

Stok VAR Terbatas

  Kamis, 24 March 2016 18:52
MENJARING ANJING: Masyarakat kecamatan Teriak, kabupaten Bengkayang menjaring anjing-anjing mereka guna mendapatkan vaksin oleh dokter hewan yang dikirimkan Pemda setempat. Namun, stok vaksin menipis. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

92 Orang Terinfeksi Rabies

BENGKAYANG-Sedikitnya 92 orang sudah terinfeksi virus rabies dari dua belas desa di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Rata-rata korban yang terinfeksi virus rabies karena digigit anjing. Korban tersebut dibawa kepusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

"Koban jiwa belum ada. Hanya baru ada laporan bahwa korban gigitan anjing bertambah dari data Puskesmas Teriak," ujar Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkayang Dedi Renaldy, Rabu (23/3) kepada media ini.

Dia mengatakan pihaknya sementara ini kesulitan untuk melakukan penanggulangan penyakit rabies. Dikarenakan stok vaksinasi anti rabies (VAR) terbatas di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang. Akhirnya tim relawan kesehatan tidak mendapatkan vaksinasi anti rabies untuk mengendalikan wabah rabies yang terjadi di Kecamatan Teriak. Ia menuturkan vaksinasi anti rabies sangat dibutuhkan bagi relawan kesehatan karena bersinggungan langsung dengan virus rabies. Sehingga dirinya khawatir kepada relawan kesehatan dalam melakukan penanggulangan terhadap rabies yang ditularkan oleh anjing gila tersebut.

"Kita minta vaksinasi anti rabies ditambah. Karena stok vaksin anti rabies maupun vaksin rabies kurang mencukupi untuk menanggulangi wabah penyakit rabies," tukas Dedi juga selaku menteri kesehatan hewan di Kabupaten Bengkayang.

Kabid Peternakan Kabupaten Bengkayang menyatakan kasus rabies yang ada di wilayah Kecamatan Teriak sudah terbilang kejadian luar biasa (KLB). Dikarenakan hasil laporan masyarakat semenjak dilaksanakan sosialisasi bahaya rabies, Senin (7/3) di Kecamatan Teriak terdapat 13 korban gigitan anjing.

Dia melanjutkan setelah sosialisasi bahaya  rabies dilaksanakan, laporan masyarakat semakin meningkat. Diantaranya pada, Selasa (15/3) laporan Pukesmas Teriak kasus korban gigitan anjing mencapai 51 orang. Setelah itu data terkini korban sudah mencapai 92 orang di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

Ia mengungkapkan penanggulangan bahaya anjing rabies sudah dilaksanakan petugas kesehatan hewan dari bidang peternakan hewan. Diantaranya 600 vaksin rabies sudah diberikan kepada empat desa.

Seperti desa Darma Bhakti 332 ekor anjing, Desa Sebetung Menyala 84 ekor anjing, Desa Malo Jelayan 84 ekor anjing dan Desa Sekaruh 100 ekor anjing.

"Vaksin rabies yang awal sudah habis. Ini baru datang ada 1000 vaksin rabies dari Dinas Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan bantuan vaksin anti rabies untuk manusia belum mencukupi karena stoknya terbatas," tukasnya.

Dokter hewan ini menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Teriak untuk tetap waspada terhadap bahaya rabies.

Begitu juga dengan masyarakat yang berada di Kecamatan Bengkayang maupun Kecamatan Sungai Betung harus berhati-hati. Diduga keras virus rabies sudah menyebar di dua kecamatan tersebut karena sudah ada korban gigitan anjing dari laporan masyarakat.

Dia mengharapkan kasus rabies dapat diperhatikan oleh seluruh pihak terkait. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari tokoh masyarakat kepada desa, Kepala camat dan intansi pemerintah daerah terkait. Supaya wabah virus rabies tidak semakin memperburuk keadaan di lingkungan masyarakat.

"Kami minta hewan ternak diperhatikan. Jika ada hewan ternak yang digigit anjing cepat-cepat melapor kepada bidang peternakan hewan. Sebelum anjing gila tersebut menyerang manusia" imbuh Kabid Peternakan didampingi enam orang yang menjadi tim penanggulangan anjing rabies se-Kabupaten Bengkayang.  (irn)

Berita Terkait