Stok Terbatas, Bawang Ilegal Dimusnahkan

Stok Terbatas, Bawang Ilegal Dimusnahkan

  Jumat, 22 April 2016 09:41
SULIT BAWANG: Bawang merah yang sulit diperoleh di lapak pedagang. Harga tinggi mencapai Rp60 ribu/kilogram di Bengkayang. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Sejumlah masyarakat kabupaten Bengkayang mengeluh terkait mahalnya bawang merah. Di sejumlah pasar tradisional bawang merah nyaris tak terlihat di lapak-lapak pedagang. Kalau pun ada, harganya selangit.

Airin Fitriansyah, BENGKAYANG

DI TINGKAT pengecer, selama sepekan ini bawang merah dipasaran tembus Rp 60 ribu perkilogram. Barang yang dijual tak ada, maka harga pun mebumbung.

''Harga bawang merah mahal. Tak hanya itu bawang merah juga sulit didapatkan dipasaran,'' ucap Nursiah, warga Kecamatan Bengkayan Nursiah, Selasa (19/4) kepada media ini. Dia mengatakan kelangkaan sudah satu minggu. Hanya ada beberapa toko dan warung sembako yang menyediakan sembako ini.

‘’Padahal dulu gampang. Begitu masuk ke warung, pasti ada bawang merah. Karena itu agak aneh juga, kalau kebutuhan masyarakat bisa hilang begitu saja atau harganya tak terbendung,’’ ujarnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan bawang merah sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama ibu rumahtangga membutuhkan bawang merah untuk keperluan memasak.

''Harga bawang merah mahal di pasaran. Tak sebanding dengan nilai tukar harga karet dipasaran. Apalagi warga di sini mayoritas petani karet,'' terangnya saat berbelanja sembako. Warga Kecamatan Bengkayang lainnya, Sudirman menambahkan kelangkaan bawang merah perlu mendapat perhatian pemerintah terkait. Ini menyangkut sirkulasi perdagangan yang berada dipasaran tradisional Kabupaten Bengkayang.

''Selama ini harga karet petani murah dipasaran. Hanya Rp 7 ribu perkilogram. Jadi petani mau makan apa dengan tingginya harga barang sembako,'' terangnya.

Dia menyatakan, permasalahan kelangkaan sembako harus dicarikan solusi oleh pemerintah daerah. Supaya kebijakan pemerintah dapat mengimbangi permasalahan tingginya harga barang kebutuhan pokok dipasaran.

Ia menuturkan selama ini sirkulasi harga barang dipasaran kurang diperhatikan oleh kebijakan pemerintah terkait. Sehingga pelaku usaha dengan mudahnya melakukan permainan harga barang kebutuhan pokok dipasaran.

''Selama ini banyak barang ilegal yang ditangkap petugas kepolisian. Tak hanya jenis bawang merah ilegal yang dimusnahkan. Tapi gula dan barang-barang ilegal kebutuhan pokok lainnya juga dilarang masuk melalui perbatasan negara,'' imbuh ayah satu anak. (*)

Berita Terkait