Stimulasi Perkembangan Anak dengan Bermain, Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Stimulasi Perkembangan Anak dengan Bermain, Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Anak

  Sabtu, 13 February 2016 09:25
RAKOR PEREMPUAN: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat membuka kegiatan Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Anak, di Gedung Balai Praja Sukadana, belum lama ini. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan salah satu cara menstimulasi perkembangan anak adalah dengan cara bermain. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Pembedayaan Perempuan dan Anak di Gedung Balai Praja Sukadana, belum lama ini.

Dia tak memungkiri, sebagian besar orang tua masih berpendapat bahwa salah satu cara menjadi pintar adalah dengan cara belajar. Padahal, menurut Bupati, dalam bermain, anak-anak juga mengunakan otot, indra tubuhnya, mengeksplorasi, merespons lingkungan sekitarnya, serta menumbuhkembangkan diri mereka sendiri. Karena, diakui dia, melalui bermain, fisik anak terlatih kemampuan kognitif dan berinteraksi dengan orang lain. ”Selain pelajaran formal yang dilakukan di kelas, saya harap kepada orang tua dan pelaku pendidik di sekolah, agar dapat memberikan pendidikan di luar kelas seperti kunjungan-kunjungan ke museum, gedung parlemen (DPRD), airport, atau lingkungan pelayanan publik lainnya yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa di luar kelas,” ucapnya.

Rakor yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sekretariat Daerah Kabupaten Kayong Utara tersebut mengusung tema: Menumbuhkembangkan bakat serta karakter anak dan remaja, dengan pola asuh yang tepat. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber seorang pakar psikolog anak, Tika Bisono. Kegiatan dihadiri oleh siswa-siswi dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), dengan didampingi para guru dan kepala sekolah dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, dan Sukadana.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyambut baik tema yang diangkat pada kesempatan kali ini. Hildi berpendapat bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dilindungi dan dijaga, agar tercapai masa pertumbuhan dan perkembangannya menjadi seorang manusia dewasa sebagai keberlanjutan masa depan bangsa nantinya.

“Masa anak-anak adalah masa emas, di mana masa inilah anak mengalami perkembangan seperti faktor internal yang mempengaruhi perkembangan anak tersebut, melingkupi taraf kecerdasan, konsep diri, motivasi berprestasi, minat, bakat, sikap, dan sistem nilai. Sementara faktor eksternal tersebut meliputi lingkungan kelurga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, dirinya menilai faktor terbesar yang membentuk kepribadian anak yaitu dari lingkungan keluarga, terutama sikap orang tua, perilaku dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anak dan kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anak mereka. Yang mana, diakui dia, secara tidak disadari terekam dalam otak anak, mengelola dan menyimpan, sehingga menjadi sebuah ilmu pengetahuan bagi seorang anak.

“Sebagai orang tua hendaknya memberikan stimulus yang tepat bagi anaknya, karena sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Terlebih di era Informasi yang canggih seperti ini, tayangan televisi dan akses internet jika tidak disaring dan diawasi dengan baik, bisa menjadikan cambuk bagi kita selaku orang tua dalam mendidik anak,” pesannya.

Sesaat menuntup pidatonya Bupati tidak lupa berpesan kepada ratusan anak didik yang hadir, agar selalu termotivasi untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, patuh kepada orang tua, serta tidak mudah terpengaruh terhadap budaya-budaya luar yang salah, yang mengatas namakan tren, modern, atau lain sebagainya.

“Bagi anak-anak yang hadir di sini jangan takut bercita-cita tinggi, jangan takut tidak dapat meneruskan pendidikan karena pemerintah telah menfasilitasi pendidikan Kalian dengan sekolah gratis dan beasiswa. Asalkan Kalian mau belajar dengan tekun di sekolah. Dan apabila menonton siaran televisi di rumah, pilihlah tayangan-tayangan yang menyajikan informasi dan ilmu pengetahuaan bermanfaat,” tutupnya. (Humas/dan)

 

Berita Terkait