Steaua Bucharest v Manchester City; Bermainlah Layaknya Raja

Steaua Bucharest v Manchester City; Bermainlah Layaknya Raja

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

BUCHAREST – Josep Guardiola satu di antara tiga rajanya Liga Champions yang masih tersisa hingga saat ini. Bersama Guardiola ada Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti yang sama-sama dapat mengangkat Si Kuping Besar – sebutan untuk trofi Liga Champions – lebih dari dua kali. Guardiola dua kali mampu melakukannya bersama Barcelona. 

Tapi, musim ini untuk kali pertamanya sang raja harus meretas jalan kembali menuju Si Kuping Besar mulai dari bawah. Duduk di belakang kemudi Manchester City, Guardiola akan memulai jalan ke fase utama Liga Champions dengan leg pertama playoff Liga Champions melawan Steaua Bucharest di Arena Nationala, Bucharest, dini hari nanti WIB. 

Ya, dengan adanya Guardiola maka sudah selayaknya The Citizens – julukan City – memainkan permainan layaknya seorang raja. Penuh kuasa, penuh dominasi dan pantang terkalahkan. Tidak seperti saat mengalahkan Sunderland 2-1 dalam laga pembuka Premier League akhir pekan lalu (13/8) dengan susah payah. 

Sama seperti Sunderland, tidak ada yang mengunggulkan Bucharest menyingkirkan City dalam perburuan jalan menuju fase grup Liga Champions ini. ''Tetapi saya rasa leg pertama tidak akan mudah untuk tim kami,'' kata winger kanan City, Raheem Sterling, di dalam wawancaranya kepada situs resmi klub. 

''Yang perlu kami lakukan hanyalah dengan memainkan sepak bola kami sendiri, dan saya tetap berharap kamilah yang memenanginya. Kami mesti berupaya mendapatkan hasil terbaik di Bucharest,'' lanjutnya. Laga ini akan menjadi pertemuan yang pertama kalinya City dengan klub pemilik trofi juara European Cup 1985-1986 itu. 

Kemarin WIB (15/8), David Silva dkk sudah berada di Bucharest. Atau hanya berselang sekitar 2 x 24 jam setelah pertandingan pertamanya di Premier League. Durasi recovery yang tidak lama itulah yang bisa saja mengubah starting eleven Guardiola tidak seperti saat meladeni perlawanan Sunderland lalu. 

Di atas kertas, David Silva dan Nolito punya kesempatan besar kembali menjadi starter. Sebab, kedua pemain ini tidak bermain penuh selama 2 x 45 menit. Nolito hanya bermain selama 59 menit, di sisi lain Silva juga hanya bermain sampai menit ke-64. Praktis, secara kebugaran keduanya lebih fresh dibandingkan pemain lainnya. 

Sehingga Guardiola dapat menggunakan keduanya untuk jadi motor serangan City. Dua pemain ini sama-sama mencatatkan akurasi passing di atas 80 persen. Demi mendapatkan hasil terbaik saat leg pertama ini, Guardiola dirasa perlu untuk mempertahankan komposisi kuartet di lini tengahnya. Seperti Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling. 

De Bruyne akan menjadi senjata untuk memberi kontribusi menyerang selain Sergio Aguero.Yang tidak kalah penting adalah Aleksandar Kolarov. Pemain digeser posisi aslinya dari bek kiri jadi bek tengah itu menjadi inti serangan dari belakang City. Dia mampu memainkan perannya sebagai bek yang ball playing.John Stones yang berpeluang tergeser sebagai starter. Guardiola kepada Omnisport menyatakan bahwa dari sisi permainan lawan (Bucharest) lebih banyak bermain dengan bola-bola atas. Aspek inilah yang tidak begitu cemerlang dijalankan Stones. Sebaliknya, Nicholas Otamendi yang dinilai layak ada di starting eleven. 

Dengan tinggi badan 183 sentimeter, musim lalu bek berusia 28 tahun itu mencatatkan tingkat keberhasilan dalam duel udara sebesar 62,7 persen. ''Dia (Otamendi) sengaja tidak saya mainkan (saat laga melawan Sunderland). Karena dia ada sedikit masalah tendon, jadi terlalu beresiko andai turun di dalam dua laga dalam waktu tiga hari,'' ungkap Guardiola. 

''Saya berharap besok dia sudah dapat kami mainkan, karena Nico (sapaan akrab Otamendi) di laga ini begitu penting artinya,'' tambah Guardiola. Diakui mantan pelatih Bayern Muenchen di musim lalu itu, ada beberapa hal yang masih kurang sempurna dalam laga kemarin. Termasuk bagaimana anak asuhnya menerapkan permainan passing-nya. 

Hanya, dia menyadari laga kemarin masih jadi laga pertama bagi skuad City menerapkan gaya main sesuai dengan keinginan Guardiola. Tidak dengan melawan Bucharest dini hari nanti. ''Di dalam momen itu nanti, kami harus lebih cepat lagi dalam menyerang. Sekalipun sejauh ini semuanya masih baik-baik saja,'' tuturnya. 

Terlepas dari beberapa potensi perubahan itu, Guardiola dapat memaksimalkan formasi 4-1-4-1 seperti laga kemarin. Atau mengembalikan City ke bentuk formasi lamanya 4-2-3-1. Sama seperti yang diaplikasikan oleh Ros-Albastrii – julukan Bucharest – selama menjalani kualifikasi Liga Champions di musim ini. (ren)

Berita Terkait