Status Sosial Kekurangan, Harus jadi Perhatian Pemerintah

Status Sosial Kekurangan, Harus jadi Perhatian Pemerintah

  Sabtu, 12 November 2016 09:30
BANTUAN:Memperingati hari Pahlawan Wadah Himpun Kasih (Aixin) memberikan bantuan kepada keluarga pejuang,Jumat(11/11) di Kediaman Syafaruddin Usman.

Berita Terkait

Ai Xin Beri Bantuan Keluarga Pejuang Kalbar

Sepuluh perwakilan keluarga pejuang di Kalimantan Barat  menerima bantuan dari Wadah Himpun Kasih (Ai Xin). Bantuan diberikan di Kantor DHD 45 sekaligus tempat tinggal sejarawan Kalimantan Barat, Syafaruddin Usman, Jumat (11/11).

SEKRETARIS Wadah Himpun Kasih, Frendys Lukito mengatakan, pemberian bantuan kepada keluarga pahwalan ini merupakan satu bentuk dari rasa kebersamaan Ai Xin.Tujuannya untuk merekat kebersamaan. “Ada 10 keluarga pejuang yang diberi bantuan,” terangnya. Masing-masing mendapatkan bantuan Rp1.500.000. Ai Xin juga membantu biaya operasional Rp5 juta yang diserahkan kepada Syafarudin Usman MHD.

Tali kasih pada momentum hari pahlawan pernah dilakukan Ai Xin di tahun lalu. Namun yang lalu, tali kasih diserahkan kepada janda-janda tua istri tentara kemerdekaan. Di tahun ini, perhatian Ai Xin pada keluarga pejuang yang masih hidup. Jasa para pejuang itu kata Lukito, tak bisa dinilai dengan uang. Perjuangan mereka harus dihargai. Kini negara sudah merdeka. Meski tak banyak yang bisa dilakukan Ai Xin, sebagai wujudnya semoga bantuan pada keluarga pejuang ini dapat mempererat tali persaudaraan. Kunjungan ini dipimpin Ketua Dewan Pengawas Burhan Lim Weng. Ketua Ai Xin Pontianak Nio Ui Khiang berhalangan hadir. Dia titip pesan kepada keluarga pejuang untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.

Di tempat sama, Sejarawan Kalimantan Barat, Syafaruddin Usman mengatakan, total ada 10 keluarga pejuang menerima bantuan dari Wadah Himpun Kasih. Dikatakan dia, tak semua perwakilan dapat hadir ke sini. Alasannya karena sebagian dari keluarga pahwalan kebanyakan sudah tua. “Hanya 5 perwakilan keluarga pejuang hadir. Sebagiannya lagi tadi lebih dulu pulang karena harus ke rumah sakit mengecek kesehatan,” terangnya.

Diungkapkan, dari 10 pejuang kemerdekaan ini namanya sudah tak asing bagi warga Pontianak. Beberapa nama pejuang itu, bahkan diabadikan jadi jalan-jalan Kota Pontianak. Seperti nama Jalan Ahmad Marzuki, Jalan H. Rais A Rahman, Jalan Muhamad Hambal dan Jalan Gusti Sulung Lelanang. “Nah, ini cucu-cucunya ada di sini,” terangnya.

Syafaruddin ingin, nama-nama pejuang yang telah diabadiakan jadi nama jalan diikuti dengan perhatian pemerintah terutama masalah kesejahteraan bagi anak cucu pejuang ini. “Status sosial mereka terbilang masih kekurangan. Ini harus jadi perhatian pemerintah,” tukasnya.

Sama seperti Ai Xin, pihaknya juga kerap menyambangi keluarga pejuang Kalbar ini pada hari tertentu. Seperti pada perayaan Idulfitri, Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya bantuan dari Ai Xin ini, mudah-mudahan dapat meringankan beban mereka, khususnya untuk kebutuhan hari-hari.

Ia juga ingin, agar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dapat mengabadikan nama-nama pejuang di Tugu Digulis Untan. Menurut mantan jurnalis itu, sebagian masyarakat Pontianak Cuma tahu nama Tugu Digulis saja. Namun ketika ditanya siapa nama pejuang, cerita hingga berdirinya Tugu Digulis banyak tak tahu. “Ini akan kita dorong,” ucapnya.

“Mengenai Wadah Himpun Kasih ini merupakan kegiatan positif. Saya percaya pluralitas bukan satu permasalahan. Adanya perbedaan menciptakan banyak warna seperti pelangi. Inilah keindahaan kebersamaan. Pluralisme kebangsaan merupakan pemupuk erat persaudaraan,” tutupnya.(iza)

 

Berita Terkait