Status Kepegawaian Tunggu Perpres

Status Kepegawaian Tunggu Perpres

  Rabu, 11 January 2017 09:30
KUNKER KE RSUD: Bupati Ketapang Martin Rantan SH bersama jajaran direktur RSUD dr Agusdjam Ketapang beserta para tenaga medis dan paramedis di rumah sakit tersebut diabadikan bersama dalam kunker Bupati ke sana. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH mengungkapkan bahwa untuk status kepegawaian RSUD Dr Agoesdjam masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres). Hal tersebut disampaikan Bupati di hadapan manajemen rumah sakit milik pemerintah tersebut, dalam kunjungan kerjanya, kemarin (9/1).

“Kalaupun kemarin kita lakukan pelantikan, nanti ketika Perpres itu terbit, ya kalau sama, apa yang kita lakukan kalau tidak? bongkar pasang lagi,” ungkap Bupati.

Sementar untuk tenaga medis seperti dokter yang telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2, Bupati juga berharap agar mengulang seperti kesalahan masa lalu. Kesalahan yang dimaksud Bupati, di mana setelah berhasil diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan, yang bersangkutan tidak mau kembali ke Ketapang. Ke depan, Bupati mengarahkan agar dibuatkan perjanjian ketika dokter diberikan kesempatan untuk melanjutkan program S2. “Dokter tersebut harus kembali ke Kabupaten Ketapang,” tandas Bupati.

Sementara, Bupati juga mengungkapkan bagaimana fasilitas para dokter seperti rumah, kendaraan, dan tunjungan, telah diberikan pemerintah setempat sesuai kemampuan dan keuangan daerah. “Prisnsipnya Pemkab akan memberikan pasilitas semampunya, ketika para dokter mengabdikan diri untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Ketapang,” tandasnya.

Kunjungan kerja Bupati tersebut dirangkai dengan dialog bersama tenaga kesehatan medis dan para medis. Harapannya, dalam dialog tersebut akan tergambar kerangka peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang. Dalam dialog tersebut, Bupati mengikutsertakan Asisten III Drs Heronimus Tanam MM, Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Repalianto SSos MSi, Kepala Bagian Humas Drs Nugroho W Sistanto MSi, dan Kepala Bagian Umum Drs Sugiarto. Tatap muka tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 RSUD Dr Agoesdjam.

Direktur RSUD Dr Agoesdjam Ketapang dr Rusdi Efendi memaparkan menjelaskan visi rumah sakit yang dipimpinnya, yakni pelayanan medik prima, untuk mewujudkan Ketapang maju, mandiri, dan sejahtera. Selain itu, dia menyebutkan jumlah personel tenaga kesehatan, medis, dan paramedis, terdiri dari  dokter umum sebanyak 16 orang, dokter gigi (3 orang), dokter spesialis gigi (2 orang), apoteker (11 orang), perawat (194 orang), dan perawat honor (65 orang). Sedangkan jumlah bidan, disebutkan dia, sebanyak 29 orang, tenaga kesehatan lainnya (45 orang), dan tenaga non kesehatan, 170 orang, sehingga jika ditotalkan mencapai 538 orang, yang terdiri dari 309 PNS dan 229 non-PNS.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Martin Rantan secara umum memberikan arahan, setelah memberikan kesempatan sesi dialoag kepada tenaga medis. Di sana Bupati juga mendapatkan saran dan masukan dari sejumlah tenaga medis rumah sakit tersebut.

Wacana pengembangan pembangunan baru bahkan relokasi bangunan rumah sakit, dijelaskan Bupati, membutuhkan biaya yang besar. Namun, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan pengembangan didasari dengan keuangan daerah. Menurutnya, jika memang  memerlukan biaya besar, maka tentu saja diperlukan bantuan dari pusat berupa dana APBN.

“Kalau lobi anggaran di pusat bisa ke sini, tidak ada masalah seperti anggaran besar, dari APBN bisa masuk ke sini, mereka punya anggaran, kita mendapat bangunannya,” terang Bupati.

Terkait akreditasi rumah sakit yang merupakan suatu pengakuan dari pemerintah terhadap manajemen rumah sakit, diingatkan dia, tentu setelah mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Akreditasi tersebut, menurut dia, bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Peningkatan akredetasi, kita perlu mempertahankan pelayanan dan terus ditingkatkan. Kalau membutuhkan dana untuk akredetasi tetap akan diberikan,” janji Bupati.

Selian itu disampaikan Bupati, untuk mengurangi jumlah pasien, sehingga tidak membeludak di rumah sakit, telah dipersiapkan lima puskesmas yang bisa rawat inap. Lima puskesmas yang dimaksud Bupati seperti Puskesmas Kendawangan, Puskesmas Balai Berkuak, Puskesmas Sandai, Puskesmas Tumbang Titi, dan Puskesmas Manis Mata. (afi/ser)

Berita Terkait