Stasiun Pengisian LPG Sui Awan Resmi Beroperasi

Stasiun Pengisian LPG Sui Awan Resmi Beroperasi

  Jumat, 6 January 2017 09:02
DIRESMIKAN: Ketua Tim Penggerak PKK Ketapang Ny Elysabet Betty Martin menggunting pita tanda resmi beroperasinya Stasiun Pengisian LPG di Sungai Awan Kanan. Foto Humas Pemkab Ketapang

Berita Terkait

KETAPANG-Bupati Ketapang Martin Rantan SH meresmikan beroperasinya SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan.  Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti, pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny Elysabet Betty Martin, serta penyerahan santunan kepada anak kurang mampu.

Peresmian SPBE milik pengusaha asal Ketapang Irwan Rimba tersebut dihadiri juga perwira tinggi dari Mabes Polri Widyaiswara Sespim Polri Brigjen Pol Drs Siswandi, Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Bob Hasan, Kapolres Ketapang AKBP Drs Sunaryo, Sekda Drs HM Mansyur, SKPD terkait serta undangan lainnya.

Domestic Gas Region Manager Kalimantan, Hardiyanto Tato mengatakan beroperasinya SPBE tersebut diharapkan berjalan lancar sehingga memberikan kontribusi masyarakat Ketapang khususnya dalam menyalurkan LPG 3 kg yang dibutuhkan masyarakat sebagai penugasan dari pemerintah.

Menurut Tato, Pertamnina juga berkomitmen  bahwa Pertamina terus mengembangkan jalur - jalur pengisian SPBE supaya masyarakat tidak hanya di Ketapang tetapi di kabupaten lain ikut merasakan jaminan suplai LPG yang dibutuhkan dan lebih lancar.  

Bupati Martin Rantan SH mengatakan kehadiran SPBE PT Bumi Persada Sentosa diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Ketapang. “Yang lalu-lalu kita harus mendapat distribusi dari Pontianak dan tabungnya besar-besar kalau sekarang kecil-kecil untuk masyarkat,“ kata Bupati.

Bupati Martin juga mengucapkan terima kasih kepada PT Bumi Persada Sentosa karena telah menentukan pilihan berivestasi SPBE di Kabupaten Ketapang. “Ini sebuah investasi yang tidak kecil dan terimakasih artinya proses pelayanan untuk masyarakat untuk gas elpiji lebih dekat,“ ucap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga meminta kepada pejabat Pertamina supaya pasokan bahan bakar di Kabupaten Ketapang tetap lancer. Hal tersebut disampaikan Bupati mengingat di daerah ini pernah terjadi kelangkaan bahan bakar baik solar maupun bensin. “Di Kabupaten Ketapang ini pernah naik mencapai harga tertinggi sampai Rp18 ribu per liter,“ papar Bupati.

Hal ini disampaikan Bupati kepada pejabat Pertamina yang hadir, agar masalah kelangkaan bahan kabkar jangan terjadi lagi dan dicarikan solusinya. “Mulai hari ini dan seterusnya tidak ada ladi kelangkaan bahan kabar di Kabupaten Ketapang,“ tegas Bupati. (pk)

 

Berita Terkait