Star Wars Makin Girl Power

Star Wars Makin Girl Power

  Sabtu, 9 April 2016 10:44
KARAKTER UTAMA: Film Star Wars: Rogue One menghadirkan tokoh sentral perempuan Jyn Erso yang diperankan Felicity Jones. DISNEY

Berita Terkait

LOS ANGELES – Franchise Star Wars bernuansa baru. Karakter perempuan kini bukan lagi pemanis, melainkan menjadi tokoh sentral. Setelah Star Wars: The Force Awaken (TFA) menghadirkan Rey (Daisy Ridley), kali ini giliran Jyn Erso (Felicity Jones) yang akan menjadi heroine alias pemeran utama perempuan. Erso merupakan karakter utama dalam seri film antologi pertama Star Wars, Rogue One: A Star Wars Story.

Sensasi girl power pun terasa kuat. Sebab, Rey maupun Erso sama-sama bukan karakter ’’damsel in distress’’ alias perempuan lemah. Dalam trailer yang dirilis Kamis malam (7/4), sosok Erso diperkenalkan. Dia digambarkan sebagai sosok yang agresif, pemberontak, dan tidak berpikir panjang. ’’Ini sebuah pemberontakan (rebellion), kan? Aku adalah pemberontak,’’ ucap Erso dalam cuplikan adegan.

Trailer berdurasi 1 menit 38 detik tersebut menampilkan Erso yang diberi misi oleh Mon Mothma untuk mencuri rencana Death Star. Karakter Mon Mothma, seorang rebel leader, diperankan Genevieve O’Reilly.

Dengan menampilkan dua karakter sentral perempuan, permintaan fans pun terpenuhi. Hal itu terbukti dari kesuksesan TFA yang salah satunya berkat karakter Rey. ’’Pemilihan karakter utama perempuan bisa menarik perhatian penonton perempuan yang merupakan 50 persen populasi,’’ ujar Todd Kenreck, kolumnis khusus film untuk Forbes.
Sebelum trailer pertama yang ditayangkan dalam Good Morning America itu, Disney merilis teaser singkat. Cuplikan pendek berdurasi 10 detik tersebut menampilkan seorang Shadow Trooper dengan latar belakang reruntuhan dan asap hitam membubung.

Pemain lain yang diprediksi sekubu dengan Erso adalah Diego Luna. Aktor berdarah Meksiko tersebut tampak menghajar sekaligus menembak stormtrooper. Namun, hingga saat ini peran Luna belum diumumkan.

Bintang Ip Man Donnie Yen juga ditampilkam melawan stormtrooper dengan menggunakan tongkat. Klimaksnya, tentu saat aktor Forest Whitaker menutup trailer dengan dialog dramatis. ’’Bila kau meneruskan perlawananmu, akan jadi apa dirimu?’’

Sutradara Rogue One Gareth Edwards menjelaskan, film tersebut bakal mengulas ’’sejarah’’ yang tidak pernah ditampilkan sebelumnya. ’’Jika dibandingkan dengan serial Star Wars, kisah dalam film ini terbilang di area abu-abu. Sebab, ceritanya tidak terpusat pada kubu First Order atau Resistance saja,’’ ungkap pria yang juga menggarap Godzilla tersebut dalam event perayaan Star Wars di Anaheim pada Agustus 2015.

Latar waktu Rogue One adalah sebelum Star Wars: A New Hope yang rilis 1977. ’’Ceritanya berbeda dengan serial Star Wars, tapi masih berkaitan,’’ kata Presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy. Dia menjelaskan, film tersebut serta versi spin off lainnya bakal digabung menjadi serial tersendiri. Yakni, Star Wars Anthology Series. (fam/len/c5/jan)

 

Berita Terkait