STAI Al-Haudl Terjunkan 98 Mahasiswa

STAI Al-Haudl Terjunkan 98 Mahasiswa

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30
DIABADIKAN BERSAMA: Sekretaris Daerah Ketapang Drs H Mansur MSi diabadikan bersama sejumlah pajabat, dosen, dan staf STAI Al Haudl Ketapang, dalam rangka penyerahan kegiatan KKL Mahasiswa sebagai bentuk tri darma perguruan tinggi pada Sabtu (30/7) kemarin. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Sebanyak 98  mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang melakukan kuliah kerja lapangan (KKL). Mahasiswa yang terdiri dari 26 laki-laki dan 72 perempuan tersebut secara resmi telah diserahkan oleh Pembantu Bidang Akedemik, Ucup Supriatna SPd MPd, kepada Bupati Ketapang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Drs H Mansur MSi  di Aula Auditorium STAI Al-Haudl, Sabtu (30/7) kemarin.

 
Penyerahan mahasiswa dengan tema: Membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlakulkarimah ini, dihadiri sejumlah pejabat, dosen, staf, dan mahasiwa STAI Al Haudl Ketapang. Menurut rencana, mereka nantinya akan ditempatkan di sembilan desa yang terdapat di Kecamatan Pemahan dan Kecamatan Tumbang Titi.

Menurut Bupati dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekda, dipertegas bagaimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang sangat menyambut baik dilakukan KKL yang ditempatkan di Kecamatan Pamahan dan Tumbang Titi. Karena, menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan untuk bangsa, khususnya untuk masyarakat Ketapang. Dengan adanya KKL ini, Bupati yakin akan sangat membantu Pemkab untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Ketapang. “Dengan mengucapkan Bismillah, saya terima 98 mahasiswa,” katanya.

Sekda Mansur yang juga Ketua STAI Al-Haudl Ketapang memberikan arahan kepada mahasiswa, agar  dapat mengayomi dan membimbing masyarakat setempat, khususnya di bidang agama. Seperti, dijelaskan dia, bagaimana cara mereka mengajarkan Alquran serta menekankan salat berjemaah. Bahkan, dia menyarankan, kalau bisa mahasiswa membentuk kelompok dan membuat program-program, sehingga waktu dua bulan ini bisa membawa perubahan kepada masyarakat setempat. “Pemkab Ketapang mengucapkan terima kasih kepada STAI Al-Haudl yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Ketapang, agar semakin baik,” harapnya.

Sementara itu, Pembantu Bidang Akedemik, Ucup Supriatna SPd, M.Pd menjelaskan bahwa KKL ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilakukan. Menurutnya, KKL merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi, berupa pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membangun sikap dan perilaku mahasiswa untuk mengaplikasikan pendidikannya kepada masyarakat. “Dalam KKL nantinya banyak pengalaman yang bisa diperoleh, sehingga nanti setelah menjadi sarjana, mereka diharapkan benar-benar siap berkontribusi nyata pada lingkungan masyarakat,” harap dia.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia KKL STAI Al-Haudl Drs Jalaluddin Anwar MpdI. Dia menjelaskan bahwa dari 98 mahasiswa KKL pada tahun ini tersebut, dilakukan di sembilan desa, di ataranya Desa Pebihingan, Desa Lalang Panjang, Desa Muara Gerunggang, dan Desa Semayok Baru yang masuk dalam Kecamatan Pemahan. Kemudian, dia menambahkan, Desa Pal 1 (Titi Baru), Desa Tumbang Titi, Desa Mambok (Desa Segar Wangi), Desa Trans SP 3 Mambok, dan Desa Sengkaharak yang masuk dalam Kecamatan Tumbang Titi. Dipilihnya kedua kecamatan tersebut, menurut dia, dikarenakan pertimbangan penduduknya mayoritas muslim, sehingga sangat serasi dengan jurusan mereka. “Setiap desa akan ditempati satu kelompok,” katanya. (ser)

Berita Terkait